KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, terpantau menguat signifikan. IHSG dibuka naik 82 poin atau sebesar 1,35 persen, menempatkannya di level 6.210.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memprediksi bahwa IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Perkiraan ini didasarkan pada analisis teknikal.
“IHSG berpotensi teknikal rebound hari ini ke level 6.250. Namun, jika gagal menembus level tersebut, IHSG rentan kembali mengalami koreksi,” ujar Fanny dalam riset hariannya pada Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga: Dua Warga Sipil Kena Peluru Nyasar Saat Latihan TNI
Penguatan IHSG ini sejalan dengan tren positif yang ditunjukkan oleh bursa saham Asia dan Wall Street. Bursa Asia, pada awal perdagangan Senin, menunjukkan penguatan yang didorong oleh euforia terkait kecerdasan buatan (AI) yang meningkatkan permintaan terhadap saham-saham teknologi.
Sentimen positif dari sektor teknologi ini berhasil mengimbangi kekhawatiran pasar yang disebabkan oleh belum adanya kemajuan signifikan dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meskipun negosiator dari kedua negara terus berupaya mencapai kesepakatan, Presiden AS Donald Trump belum memberikan sinyal jelas mengenai kemajuan pembicaraan tersebut.
Ketegangan geopolitik juga turut mewarnai pasar. Pada Sabtu, 30 Mei 2026, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan kesiapan AS untuk melanjutkan serangan terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Di sisi lain, operasi militer Israel yang semakin dalam ke wilayah Lebanon dalam konflik melawan kelompok Hizbullah juga menambah ketidakpastian di pasar global.
Secara rinci, pergerakan bursa Asia pada Senin menunjukkan variasi. Indeks saham Jepang Nikkei tercatat naik 0,9 persen, sementara Topix justru turun 0,4 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 3,7 persen. Hang Seng Hong Kong menguat 0,9 persen, namun CSI 300 China mengalami penurunan 1 persen, dan ASX 200 Australia melemah tipis 0,03 persen.
Fanny Suherman juga memaparkan level-level penting bagi IHSG. “Support IHSG berada di level 6.000-6.070, sementara resist IHSG berada di rentang 6.200-6.300,” jelasnya.
Sementara itu, Wall Street pada perdagangan awal pekan mencatat kenaikan moderat. Investor di pasar AS mengamati perkembangan negosiasi perdamaian AS-Iran, serta menyambut baik peluncuran chip komputer baru yang menjanjikan kemajuan kecerdasan buatan untuk komputasi pribadi.
Perdagangan di Wall Street pada Senin, 1 Juni 2026, ditutup dengan catatan positif. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,09 persen, S&P 500 menguat 0,26 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,42 persen.
Pergerakan positif di pasar global ini memberikan sentimen yang baik bagi IHSG untuk berpotensi melakukan rebound, meskipun ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu dicermati.





