KabarDermayu.com – Pemerintah Iran dilaporkan tengah gencar melakukan pembenahan akses ke sejumlah pangkalan bawah tanahnya. Upaya ini dilakukan pasca serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas tersebut.
Sebanyak 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang berada di 18 pangkalan bawah tanah telah berhasil dibersihkan dari puing-puing. Laporan ini mengindikasikan bahwa proses pemulihan di fasilitas bawah tanah Iran berjalan semakin cepat sejak gencatan senjata diberlakukan.
Citra satelit yang ditinjau oleh CNN menunjukkan adanya aktivitas pembersihan yang masif di berbagai lokasi yang terdampak serangan. Hal ini menandakan keseriusan Iran dalam memulihkan infrastruktur vitalnya.
Dalam beberapa hari pasca serangan, AS dan Israel diketahui berupaya membatasi akses ke fasilitas bawah tanah Iran dengan melancarkan serangan rudal. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan jalan-jalan akses menuju fasilitas dan menyebabkan runtuhnya sejumlah pintu masuk terowongan.
Sejak gencatan senjata berlaku, aktivitas pembersihan di pangkalan-pangkalan bawah tanah tersebut dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Iran mengerahkan berbagai alat berat, termasuk buldoser dan truk pengangkut, untuk membersihkan puing-puing sisa serangan rudal.
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap puluhan target di Iran ini terjadi pada 28 Februari. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan yang cukup parah serta menimbulkan korban di kalangan warga sipil.
Menyikapi situasi tersebut, Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa hasil yang pasti.
Pasca kegagalan perundingan, Amerika Serikat mengambil langkah dengan memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Tindakan ini diduga sebagai respons terhadap ketidaksepakatan yang terjadi.
Baca juga: DSI Dongkrak Profitabilitas Perusahaan Pasar Modal: Purbaya Pede
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian memperpanjang penghentian permusuhan tersebut. Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu lebih kepada Iran dalam menyusun proposal perdamaian yang lebih konkret.





