Juri Cerdas Cermat MPR Diduga Singgung Soal Endorsement, LHKPN, dan Netizen

oleh -4 Dilihat
Juri Cerdas Cermat MPR Diduga Singgung Soal Endorsement, LHKPN, dan Netizen

KabarDermayu.com – Nama Indri Wahyuni menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet usai gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ia menuai kritik tajam atas tanggapannya terhadap salah satu regu peserta.

Pasca insiden tersebut, segala aktivitas Indri Wahyuni terus menjadi sorotan publik. Baru-baru ini, sebuah tangkapan layar status WhatsApp yang diduga miliknya beredar luas di media sosial. Akun yang tertera dalam tangkapan layar tersebut bernama “Bu Indri MPR”.

Salah satu status yang paling menarik perhatian publik adalah mengenai endorsement dan LHKPN. Dalam status tersebut, pemilik akun mengungkapkan keinginannya untuk membuka endorsement demi menambah pundi-pundi kekayaannya.

“Mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang,” demikian kutipan status WhatsApp yang diduga ditulis oleh Indri, seperti dikutip dari akun Instagram @pres_ung pada Kamis, 14 Mei 2026.

Lebih lanjut, status WhatsApp itu juga memuat kalimat yang terkesan memancing emosi para pembacanya.

“Hayo yang iri makin panas, ngeledikn gw ga akan biking gw jatuh. At the end u will always have me kata misua (suami),” demikian bunyi status WhatsApp yang diduga ditulis oleh Indri.

Baca juga: Peran Manajemen dan Visi Jangka Panjang dalam Kesuksesan Cristian Chivu di Inter Milan

Pada status WhatsApp lainnya yang juga diduga dibuat oleh Indri Wahyuni, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang mengenalnya lebih dekat.

“Cuma mau mengucapkan ‘terima kasih’ untuk orang-orang yang tau siapa gw yang ketawa liat komenan netizen yang ngawur dan marah liat ledekan mereka. U Know who you are. Tks semuanya,” demikian pesan tersebut.

Sebagai informasi, Indri Wahyuni mulai menjadi sorotan publik setelah terjadi polemik dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Indri, yang bertindak sebagai juri, mendapat kecaman keras dari publik akibat responsnya terhadap regu dari SMAN 1 Pontianak.

Polemik ini berawal ketika jawaban dari regu SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri. Namun, jawaban yang identik justru dinyatakan benar ketika disampaikan oleh regu lain. Tim dari SMAN 1 Pontianak kala itu langsung mengajukan protes.

Di tengah perdebatan yang memanas, Indri memberikan penjelasan mengenai penilaian juri yang berkaitan dengan aspek artikulasi jawaban.

“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya. artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya. Kalau menurut kalian sudah (benar), tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5,” jelasnya.