Konfrontasi Baru di Selat Hormuz Segera Dimulai

oleh -4 Dilihat
Konfrontasi Baru di Selat Hormuz Segera Dimulai

KabarDermayu.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan bahwa sebuah “babak baru” akan segera dimulai di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Iran akan memberlakukan aturan pengelolaan baru di jalur strategis tersebut sebagai respons terhadap agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini disampaikan Mojtaba Khamenei dalam sebuah pernyataan yang disebarkan oleh media pemerintah Iran, mengutip dari Al Jazeera pada Kamis, 30 April 2026. Ia menyebutkan bahwa dua bulan pasca kampanye dan agresi terbesar di kawasan tersebut, yang berujung pada kegagalan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, kini sebuah babak baru tengah bermunculan di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut dipublikasikan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Teluk Persia. Hari bersejarah ini mengenang pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada tahun 1622.

Lebih lanjut, Mojtaba Khamenei menyoroti bahwa Selat Hormuz selama berabad-abad telah memicu keserakahan berbagai pihak. Ia merujuk pada berbagai peristiwa sejarah, termasuk momen pengusiran pasukan Portugis pada tahun 1622, sebagai bukti dari fenomena tersebut.

Baca juga di sini: Daftar Aset Rp15,3 Miliar Keluarga Ko Erwin yang Disita Bareskrim

Menurutnya, sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada akhir Februari, rakyat Iran telah menyaksikan secara langsung berbagai bentuk keteguhan, kewaspadaan, dan perjuangan berani yang ditunjukkan oleh pasukan Iran. Pengalaman ini menjadi saksi bisu atas determinasi bangsa Iran.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai masa depan kawasan Teluk Persia. Mojtaba Khamenei menyatakan keyakinannya bahwa masa depan cerah kawasan tersebut akan terwujud tanpa kehadiran Amerika Serikat. Fokusnya adalah pada kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut.

Perlu diketahui, Iran sebelumnya mengambil keputusan untuk menutup Selat Hormuz untuk sementara waktu. Langkah ini diambil sebagai buntut dari serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang berujung pada meninggalnya pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Penutupan Selat Hormuz ini diketahui memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pasokan minyak dunia. Hingga Rabu, 29 April 2026, tercatat bahwa harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam, mencapai 119 Dolar AS per barel, atau setara dengan sekitar Rp 2 juta per barel.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai klaim biaya perang yang diajukan oleh Pentagon. DPR Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertanyakan klaim biaya perang senilai Rp 400 triliun yang diajukan oleh Pentagon. Perkiraan biaya perang Amerika Serikat melawan Iran sebesar 25 miliar Dolar AS atau setara Rp 400 triliun ini semakin menjadi sorotan, mengingat tidak sesuai dengan kerugian yang dialami oleh Amerika Serikat sendiri.