Megawati Liga Voli Korea: Cita-cita Ditinggalkan, “Aku Gak Cocok

oleh -7 Dilihat
Megawati Liga Voli Korea: Cita-cita Ditinggalkan, "Aku Gak Cocok

KabarDermayu.com – Megawati Hangestri, bintang voli Indonesia yang bersinar di Liga Voli Korea, dipastikan akan kembali berkompetisi di V-League musim depan. Kepastian ini mengakhiri berbagai spekulasi yang beredar sejak berakhirnya musim 2025/2026.

Pada musim V-League 2026/2027, Megawati akan memperkuat tim Hyundai Hillstate sebagai pemain kuota Asia. Pilihan ini menunjukkan keseriusan Hyundai Hillstate dalam mendatangkan pemain berjuluk Megatron tersebut.

Di klub barunya, Megawati akan berduet dengan pemain asal Amerika Serikat, Jordan Wilson. Keduanya akan berada di bawah arahan pelatih kepala Kang Sung-hyung.

Pelatih Kang Sung-hyung sendiri menunjukkan komitmennya dengan datang langsung ke Indonesia. Ia menyaksikan penampilan Megawati di final Proliga 2026 sekaligus berdiskusi dan memeriksa kondisi fisiknya sebelum mengambil keputusan rekrutmen.

Sebelum bergabung dengan Hyundai Hillstate, Megawati telah menorehkan prestasi gemilang bersama Red Sparks selama dua musim. Ia menjadi salah satu pilar penting yang membawa tim tersebut hingga final Liga Voli Korea.

Perjalanan Red Sparks di final V-League musim lalu berakhir sebagai runner-up setelah melalui pertarungan sengit lima gim melawan Pink Spiders. Tim lawan diperkuat oleh legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.

Bersama pelatih Ko Hee-jin dan setter andalan Yeum Hye-seon, Megawati sukses membawa Red Sparks mencatatkan 13 kemenangan beruntun. Penampilannya yang konsisten juga berbuah manis dengan dua penghargaan MVP untuk putaran ketiga dan keempat.

Berkat kontribusinya yang signifikan, Megawati bahkan sempat dijuluki sebagai “Mega Power” oleh pengamat voli Korea, Cha Sang-hyun. Julukan ini menggambarkan pengaruh besarnya terhadap permainan tim di lapangan.

Selama membela Red Sparks, Megawati menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia berhasil membangun kerja sama yang apik dengan rekan-rekan setimnya, baik Giovanna Milana maupun Vanja Bukilic, di lini serang.

Namun, di balik kesuksesannya sebagai atlet voli profesional, Megawati ternyata memiliki cita-cita masa kecil yang berbeda. Ia mengaku pernah bercita-cita menjadi seorang polisi wanita (Polwan).

Baca juga: Anies Baswedan Ungkap Latar Belakang Dino Patti Djalal, Sebut Bukan Diplomat Instan

“Dulu pingin jadi Polwan, tapi seiring berjalannya waktu sudah hilang cita-citanya,” ujar Megawati Hangestri dalam kanal YouTube Sport77.

“Mungkin aku gak cocok aja di jalan itu, aku lebih suka yang nggak diatur aja, aku suka yang bebas aja,” sambungnya.

Setelah pindah dari Jember ke Surabaya, Megawati mulai menekuni dunia voli secara lebih serius. Di sinilah ia menemukan jalan karier yang menurutnya lebih sesuai dengan kepribadiannya.

“Datang ke Surabaya, ikut voli tahun 2013, dari situ aku berpikir lebih cocok di voli daripada Polwan,” katanya.

Megawati juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ia memiliki kesempatan untuk menjadi anggota kepolisian melalui jalur atlet. Tawaran tersebut datang dari berbagai pihak.

“Sebenarnya jadi Polwan bisa, karena kan banyak atlet yang juga jadi Polwan. Jadi aku udah ditawarin semua, tapi aku nggak mau,” tambahnya.

Keputusan untuk menolak tawaran menjadi Polwan ini didasari oleh keyakinan Megawati bahwa karakter pribadinya tidak cocok dengan profesi tersebut. Ia merasa bahwa dirinya lebih cocok dengan kebebasan.

“Aku orangnya kayak gini, nggak cocok banget aku, dari diri aku udah gak cocok,” pungkasnya.

Sementara itu, Coach Riphan, yang turut hadir dalam perbincangan tersebut, melontarkan candaan mengenai karakter Megawati. Ia menyebut Megawati memiliki sifat yang mirip dengan komika Mamat Alkatiri, yaitu berjiwa “pemberontak” dan tidak terlalu suka diatur.