Niat Badal Umrah Ibu Berujung Penipuan: Deviana Kecewa dan Lelah

oleh -4 Dilihat
Niat Badal Umrah Ibu Berujung Penipuan: Deviana Kecewa dan Lelah

KabarDermayu.com – Belakangan ini, publik tengah dihebohkan dengan kasus penipuan yang melibatkan sejumlah calon jemaah umrah dengan sebuah agen perjalanan bernama Hanania Group. Para calon jemaah tersebut bahkan mendatangi kantor Hanania Group untuk menuntut kejelasan.

PT Khazanah Tamma Internasional, yang menaungi Hanania Group, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah umrah. Akibat kasus ini, Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan oleh pihak kepolisian.

Salah satu korban dari penipuan ini adalah Deviana, seorang wanita asal Bandung. Ia mengungkapkan rasa lelah dan kekecewaannya setelah tabungannya yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun untuk ibadah umrah kini lenyap begitu saja akibat ulah agen perjalanan tersebut.

Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Deviana menceritakan bahwa ia telah mencapai titik kelelahan. Ia merasa jerih payahnya dalam mengumpulkan uang untuk melaksanakan ibadah umrah tidak membuahkan hasil, justru ia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi korban penipuan dan harus memantau kelanjutan kasus ini.

“Makanya sudah di titik lelah, saya introspeksi juga sudah tapi balik lagi kita hanya manusia biasa. Allah mungkin menyiapkannya lebih indah dari ini,” ungkap Deviana dengan nada sedih.

Deviana menambahkan bahwa niat awalnya melaksanakan umrah adalah untuk membadalkan ibunya yang telah meninggal dunia. Ia memiliki penyesalan mendalam karena tidak bisa mendampingi ibunya di saat-saat terakhir hidupnya.

“Karena kita pikir Allah itu mengabulkan doa hambanya tidak hanya di Mekkah. Tetapi kan impian semua orang Islam itu kan beradanya di sana. Keinginan, cita-citanya apalagi saya kan niatnya ingin membadalkan ibu saya,” tuturnya.

Penyesalan Deviana semakin mendalam karena ia tidak dapat hadir saat ibunya meninggal dunia. Hal ini dikarenakan adanya ancaman dari mantan suaminya yang akan menceraikannya jika ia pulang saat itu.

“Umur anak saya yang pertama baru sepuluh hari. Saat itu pas saya mau pulang ada sedikit cerita kelam dari mantan suami saya, kalau saya pulang itu akan ditalak,” terangnya.

Ia melanjutkan, “Saat saya sekarang mau baru berdiri, saya ingin membadalkan orang tua saya. Yang mana saat terakhir hidupnya saya tidak tahu, saat menguburkannya juga saya tidak tahu. Bayangkan saat ibu saya di tahun 2005 mungkin HP belum canggih, belum ada video call begitu kan. Saya hanya mendengar bahwa sudah dimakamkan,” ucap Deviana sembari menahan tangis.

Sejak saat itu, Deviana bersama suaminya berusaha keras menabung demi mewujudkan impian untuk membadalkan umrah ibunya. Ia selalu berdoa agar diberikan rezeki untuk melaksanakan niat mulia tersebut.

Baca juga: Rahasia Menabung Baby Boomer: Beli Rumah Tanpa Gaji Tinggi

Namun, takdir berkata lain. Kini, Deviana bersama ratusan calon jemaah umrah lainnya harus menelan pil pahit karena menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan oleh Hanania Grup.