Menteri Energi AS: Pembukaan Kembali Selat Hormuz Diperkirakan Akhir Musim Panas

oleh -5 Dilihat
Menteri Energi AS: Pembukaan Kembali Selat Hormuz Diperkirakan Akhir Musim Panas

KabarDermayu.com – Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, mengindikasikan bahwa Selat Hormuz kemungkinan besar akan kembali dibuka sepenuhnya pada akhir musim panas tahun ini.

Ia juga memberikan peringatan tegas bahwa militer Amerika Serikat siap bertindak jika Iran terus menghalangi lalu lintas maritim di jalur perairan yang sangat strategis tersebut.

Periode “akhir musim panas” yang dimaksud merujuk pada rentang waktu dari akhir Agustus hingga akhir September 2026.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNBC, yang dilakukan di sebuah fasilitas terminal LNG di Cameron, Louisiana, Wright menyatakan bahwa kemungkinan munculnya kesepakatan diplomatik dengan Iran dalam beberapa hari ke depan tetap terbuka.

Baca juga: Marc Marquez Terancam Absen di Mugello, Tak Hanya di Catalunya

Perkiraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz ini terjadi di tengah situasi ketegangan yang masih membayangi, terutama terkait gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.

Gencatan senjata tersebut awalnya dimediasi oleh Pakistan pada tanggal 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.

“Jika Iran terus menyandera ekonomi global, militer Amerika Serikat akan terpaksa membuka Selat Hormuz, meskipun itu bukanlah tugas yang mudah,” ujar Wright.

Ia menekankan bahwa negosiasi diplomatik tetap menjadi opsi yang paling diutamakan dalam penyelesaian masalah ini.

Pernyataan Wright ini muncul bertepatan dengan laporan dari American Automobile Association (AAA) yang mencatat harga rata-rata bensin nasional AS mencapai 4,53 dolar AS per galon pada hari Jumat.

Situasi ini juga bertepatan dengan kembali memanasnya perdebatan politik di Amerika Serikat mengenai usulan Presiden Trump untuk menangguhkan pajak bensin federal.

Lebih lanjut, Wright menambahkan bahwa ekspor gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat mengalami peningkatan.

Langkah ini diambil untuk membantu menyeimbangkan pasokan energi global yang terganggu akibat krisis yang terjadi di Selat Hormuz.