Militer AS Bunuh Bos Geng Narkoba Venezuela dalam Operasi Rahasia

oleh -4 Dilihat
Militer AS Bunuh Bos Geng Narkoba Venezuela dalam Operasi Rahasia

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah berhasil menewaskan pemimpin geng narkoba Venezuela, Tren de Aragua, dalam sebuah operasi rahasia. Kelompok ini sendiri telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris.

Héctor Rusthenford Guerrero Flores, pemimpin geng tersebut, sebelumnya telah didakwa di pengadilan federal New York. Dakwaan tersebut meliputi konspirasi pemerasan terorganisasi (racketeering) dan berbagai kejahatan lainnya, termasuk memberikan dukungan kepada teroris dalam aktivitas kriminal yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

“Teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela maupun di tempat lain. Di bawah kepemimpinan saya, kami akan menemukan para pembunuh kejam dan bandar narkoba ini kapan pun dan di mana pun, lalu mengirim mereka ke neraka yang pantas mereka tempati,” tegas Trump melalui media sosial Truth, seperti dikutip dari APNEWS pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth turut mengonfirmasi melalui platform X bahwa serangan tersebut dilancarkan pada awal pekan ini. Operasi ini menyasar sebuah markas Tren de Aragua yang berlokasi di Venezuela.

“Operasi ini menunjukkan komitmen bersama Amerika Serikat dan Venezuela untuk memerangi para narco-teroris serta memastikan mereka tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di kawasan belahan bumi kita,” ujar Hegseth.

Pemerintah Venezuela pun telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam operasi tersebut. Operasi ini dilaporkan berlangsung di negara bagian Bolívar, yang terletak di wilayah tenggara Venezuela.

“Selama operasi berlangsung, terjadi bentrokan dengan anggota kelompok kriminal yang mengakibatkan tewasnya Héctor Rusthenford Guerrero Flores, alias ‘Niño Guerrero’, pemimpin salah satu organisasi kriminal tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela.

Tindakan Tegas Pemerintah Trump Berantas Narkoba

Pemerintahan Trump memang telah mengambil berbagai langkah tegas terhadap kelompok kriminal ini. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal kecil yang diduga digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat.

Sejak awal September, ketika pemerintahan Trump mulai menargetkan individu yang mereka sebut sebagai narco-teroris, dilaporkan setidaknya 207 orang tewas dalam serangan terhadap kapal di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia.

Trump dan para pejabat pemerintahannya secara konsisten menuduh Tren de Aragua sebagai akar dari berbagai tindak kekerasan dan peredaran narkoba ilegal yang terjadi di sejumlah kota di Amerika Serikat. Selama berbulan-bulan, Trump terus mengulang klaim bahwa kelompok tersebut beroperasi di bawah kendali Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Namun, klaim tersebut bertentangan dengan hasil penilaian intelijen AS yang telah dideklasifikasi. Pada Januari, Amerika Serikat bahkan membawa Maduro keluar dari Venezuela untuk menghadapi dakwaan terkait narkoba di AS.

Tren de Aragua sendiri bermula lebih dari satu dekade lalu di sebuah penjara yang terkenal sangat tidak terkendali di negara bagian Aragua, Venezuela tengah. Seiring waktu, kelompok ini berkembang pesat seiring jutaan warga Venezuela bermigrasi ke negara-negara Amerika Latin lainnya atau ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Guerrero Flores kembali dipenjara di Aragua pada tahun 2013 setelah divonis atas kasus pembunuhan dan berbagai kejahatan lainnya. Pada periode tersebut, Venezuela mulai mengalami krisis parah akibat korupsi, salah urus pemerintahan, dan anjloknya harga minyak mentah yang menghancurkan perekonomian negara yang sangat bergantung pada komoditas tersebut.

Guerrero Flores dan beberapa narapidana lain melihat peluang besar ketika pemerintah mengabaikan kondisi penjara. Mereka kemudian mengambil alih pengelolaan dan kendali penjara, serta membangun sistem yang menguasai seluruh penghuni melalui kekerasan dan pemerasan.

Seiring waktu, penjara tersebut berubah menjadi semacam kota kecil yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kebun binatang, lapangan bisbol, kasino, hingga restoran. Guerrero Flores bahkan dilaporkan memiliki suite pribadi yang mewah di dalam penjara tersebut.

Jumlah pasti anggota Tren de Aragua hingga kini belum diketahui secara pasti. Negara-negara yang memiliki populasi migran Venezuela dalam jumlah besar, seperti Peru dan Kolombia, menuduh kelompok ini berada di balik berbagai gelombang kekerasan yang terjadi di kawasan tersebut.

Meskipun demikian, menurut InSight Crime, sebuah lembaga pemantau kejahatan di Amerika Latin, Tren de Aragua tidak memiliki keterlibatan besar dalam penyelundupan kokain lintas negara seperti yang dilakukan oleh sejumlah organisasi kriminal dari Kolombia, Amerika Tengah, dan Brasil.

Di Venezuela, para pemimpin geng kriminal memang telah lama diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal, termasuk pertambangan emas dan perdagangan narkoba.

Penambangan emas dan mineral lainnya secara legal menjadi salah satu bagian dari rencana bertahap pemerintahan Trump untuk memulihkan kondisi Venezuela yang hancur akibat krisis. Hal ini sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi negara tersebut.

Pada Maret lalu, Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan kepada wartawan saat berkunjung ke Venezuela bahwa pemerintahan Presiden sementara Delcy Rodríguez telah memberikan jaminan keamanan kepada perusahaan-perusahaan pertambangan yang berminat berinvestasi di negara Amerika Selatan tersebut.

Trump berkampanye untuk masa jabatan keduanya dengan janji akan memperketat penanganan imigrasi dan kejahatan. Meskipun berbagai survei menunjukkan tingkat dukungan publik terhadap kinerjanya dalam bidang ekonomi menurun, isu imigrasi tetap menjadi salah satu kekuatan utama Trump di mata para pemilih, menurut AP-NORC Center for Public Affairs Research.