Momen Haru Kepulangan 9 WNI yang Tertangkap di Israel ke Istanbul, Disambut Konjen RI

oleh -5 Dilihat
Momen Haru Kepulangan 9 WNI yang Tertangkap di Israel ke Istanbul, Disambut Konjen RI

KabarDermayu.com – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan oleh militer Israel, kini dilaporkan telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul.

Kesembilan WNI tersebut merupakan bagian dari aktivis Global Sumud Flotilla. Mereka tiba di Istanbul pada Kamis malam waktu setempat, setelah sempat ditahan oleh pasukan Israel pada Senin lalu.

Momen haru terlihat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI). Para WNI yang mengenakan kain khas di pundak mereka, tampak saling berpelukan dengan penuh kelegaan.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa 9 WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 9.0 yang ditahan militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki (21/5),” demikian keterangan yang menyertai unggahan video tersebut, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Menhub Buka Suara: Lockheed Martin & MRO Kertajati Terkait

Sesampainya di Istanbul, kesembilan WNI tersebut disambut langsung oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Dalam pertemuan tersebut, mereka tak ragu berbagi cerita mengenai pengalaman pahit dan kekerasan yang mereka alami selama dalam penahanan militer Israel.

“Iya jadi saya ditendang di bagian samping sini (area perut kanan atas) terus dipukul lebih dari 5-6 kali,” ungkap salah seorang WNI yang menjadi bagian dari Gerakan Global Sumud Flotilla, menceritakan pengalaman traumatisnya.

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri RI secara tegas mengecam tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh pihak Israel terhadap para WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Indonesia menilai tindakan tersebut sangat tidak dapat dibenarkan.

“Indonesia kembali menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotila oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegas Kemlu RI dalam keterangan tambahannya.

Meskipun mengalami perlakuan kasar, kesembilan WNI yang terdiri dari jurnalis dan relawan dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono.

“Kami Konjen Republik Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama 9 saudara-saudara kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla) telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Darianto Harsono.

Namun demikian, pengakuan dari para WNI dan pejabat Konsulat Jenderal RI mengonfirmasi adanya perlakuan kekerasan fisik selama masa penahanan. Disebutkan bahwa mereka mengalami penyiksaan berupa pemukulan hingga penyetruman.

“Walaupun mereka selama 3-4 hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul ataupun disetrum,” tambahnya, merinci bentuk-bentuk kekerasan yang diterima.