Pasar Murah Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Terjangkau Jelang Idul Adha

oleh -4 Dilihat
Pasar Murah Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Terjangkau Jelang Idul Adha

KabarDermayu.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar program Pasar Murah 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di enam kabupaten/kota di Jawa Barat selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Mei 2026.

Tujuan utama dari pasar murah ini adalah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang momen Iduladha.

Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menjelaskan bahwa Pasar Murah 2026 diadakan di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Program ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat di berbagai daerah.

Nining mengungkapkan bahwa diperkirakan sekitar 6.000 pengunjung memadati lokasi pasar murah di berbagai wilayah. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang ditawarkan di bawah harga pasar pada umumnya.

Sejak pagi hari, masyarakat terlihat berdatangan dan mengantre di berbagai tenant yang menyediakan beragam jenis komoditas pangan. Sebagian besar pengunjung adalah ibu rumah tangga yang melihat pasar murah sebagai momentum tepat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Iduladha dengan penghematan.

Suasana kegiatan pasar murah dilaporkan berlangsung ramai namun tetap tertib. Tingginya minat masyarakat terhadap berbagai komoditas pangan pokok yang dijual menunjukkan keberhasilan program ini dalam menarik perhatian publik.

Berbagai macam komoditas pangan disediakan dalam kegiatan pasar murah ini. Terdapat beras SPHP sebanyak 12 ton, beras medium sebanyak 2,75 ton, dan beras premium sebanyak 5,93 ton. Minyak goreng juga tersedia, meliputi Minyakita sebanyak 10.320 liter dan minyak goreng premium sebanyak 2.430 liter.

Selain itu, pasokan gula pasir mencapai 2.638 kilogram, tepung terigu sebanyak 1.070 kilogram. Kebutuhan bumbu dapur seperti aneka cabai tersedia sebanyak 345 kilogram, bawang merah sebanyak 1.352,5 kilogram, dan bawang putih sebanyak 202,5 kilogram.

Baca juga: Danantara BUMN: Negara Miliki 1% Saham Sumber Daya Indonesia

Untuk kebutuhan protein hewani, tersedia telur ayam sebanyak 1.140 kilogram, daging ayam ras sebanyak 650 kilogram, dan daging sapi sebanyak 350 kilogram. Sayuran segar juga melimpah dengan jumlah 1.610 kilogram.

Tidak hanya itu, pasar murah juga menyediakan buah-buahan sebanyak 190 kilogram. Produk perikanan dan aneka pangan olahan dari 38 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan juga turut memeriahkan acara.

Semua komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah ini dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar normal. Hal ini dapat terwujud berkat sinergi dan kolaborasi yang baik antara produsen, distributor, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pelaku usaha ritel.

Dukungan subsidi distribusi dari pemerintah juga turut berperan dalam menekan harga. Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok secara langsung dari produsen dan distributor, sehingga harga yang mereka dapatkan menjadi lebih terjangkau.

Nining Yuliastiani menyatakan harapannya agar kegiatan Pasar Murah 2026 ini dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ia juga berharap program ini dapat memperkuat aksesibilitas pangan bagi masyarakat dan berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang Iduladha.

Pelaksanaan Pasar Murah Iduladha 2026 ini merupakan hasil kolaborasi dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat. Dukungan juga datang dari berbagai pihak penting lainnya.

Pihak-pihak yang turut memberikan dukungan antara lain Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, serta berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemerintah kabupaten/kota dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) juga memberikan kontribusi positif dalam kelancaran acara ini.