KabarDermayu.com – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel berusaha keras untuk membuat Iran tunduk. Melalui pesan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah, Mojtaba menyerukan persatuan rakyat Iran di tengah situasi yang memanas.
“Rencana buta musuh, setelah perang yang dipaksakan, tekanan ekonomi, serta pengepungan politik dan propaganda, adalah menciptakan perpecahan dan kehancuran demi menutupi kekalahan militer dan membuat bangsa ini bertekuk lutut,” ujar Khamenei, seperti dikutip dari laman NDTV, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional bagi seluruh pihak yang mencintai Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait. Namun, rudal tersebut berhasil dicegat oleh pasukan Kuwait.
Baca juga: Hipmi Jaya Dukung Munas XVIII: Provinsi Manapun Siap Tuan Rumah
CENTCOM melalui unggahan di platform X menyebutkan peluncuran rudal tersebut terjadi pada 27 Mei pukul 22.17 waktu setempat AS. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
CENTCOM juga menuduh Iran sebelumnya meluncurkan lima drone kamikaze yang dinilai mengancam wilayah sekitar Selat Hormuz. Selain itu, satu peluncuran drone lain dari Bandar Abbas dilaporkan berhasil digagalkan.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di India menyatakan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan respons atas serangan Amerika Serikat sebelumnya.
Alasan Khamenei Jarang Muncul di Publik
Berdasarkan laporan, Khamenei mengalami luka bakar serius pada bagian wajah dan bibir akibat serangan udara pada Februari 2026. Kondisi ini mengharuskannya menjalani operasi plastik.
Pejabat Iran yang berbicara kepada New York Times menjelaskan bahwa Khamenei menghindari tampil dalam siaran audio maupun video untuk menjaga citra agar tidak terlihat lemah selama masa pemulihan.
Selain itu, ancaman pembunuhan yang masih membayangi membuat Khamenei dilaporkan bersembunyi di lokasi rahasia dengan akses komunikasi yang sangat terbatas. Laporan CBS News menyebutkan bahwa satu-satunya cara untuk menghubunginya adalah melalui jaringan kurir yang rumit.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran saling menuduh telah melanggar gencatan senjata setelah terjadi saling serang pada Kamis. Ketegangan ini terjadi tiga bulan setelah perang Timur Tengah pecah akibat gelombang serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Insiden terbaru ini disebut sebagai bentrokan paling serius sejak gencatan senjata dimulai pada April. Situasi ini juga memicu kekhawatiran baru di kawasan dan menyeret Kuwait, yang menuding Iran melakukan eskalasi berbahaya.





