KabarDermayu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan mengendalikan banjir di ibu kota. Upaya ini akan difokuskan pada pembangunan tiga waduk atau embung baru, revitalisasi delapan sungai atau kali, serta pembangunan dua belas polder atau sistem tata air pompa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengungkapkan bahwa proyek-proyek ini akan dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek JakTirta dan juga mendukung program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Tanggul Pengaman Pantai.
“Pada rentang waktu 2025-2027, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pembangunan dan pemeliharaan sungai/kali serta waduk/situ/embung,” ujar Dudi kepada wartawan pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dudi menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki kewenangan langsung atas pengelolaan bendungan maupun sodetan. Infrastruktur pengendali banjir berskala besar seperti Bendungan Sukamahi dan Sodetan Ciliwung berada di bawah pengelolaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta memiliki aset berupa ratusan unit pompa yang tersebar di berbagai wilayah strategis ibu kota, termasuk di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pompa-pompa ini menjadi garda terdepan dalam penanganan genangan air.
“Berdasarkan data hingga 18 Mei 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 683 unit pompa stasioner yang tersebar di 246 lokasi. Selain itu, terdapat pula 540 unit pompa mobile yang siap dioperasikan di 5 kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu,” tambah Dudi.
Baca juga: Dorong Kebijakan Berbasis Bukti, LAN Perkuat Hal Ini
Berikut adalah rincian lebih lanjut mengenai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir yang akan dilakukan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kali/Sungai:
- Saluran Penghubung (PHB) Layar: Direncanakan sepanjang 500 meter untuk pekerjaan di kedua sisinya.
- Kali Cakung Lama: Revitalisasi sepanjang 2,65 kilometer, mencakup kedua sisi sungai.
- Kali Jatikramat: Pengerjaan sepanjang 1,5 kilometer di kedua sisi sungai.
- Kali Angke: Revitalisasi sepanjang 1,06 kilometer di kedua sisi sungai.
- Kali Pesanggrahan: Akan direvitalisasi sepanjang 1,12 kilometer di kedua sisi sungai.
- Kali Grogol: Pengerjaan sepanjang 572,5 meter di kedua sisi sungai.
- Kali Cideng Atas: Direvitalisasi sepanjang 2,9 kilometer di kedua sisi sungai.
- Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang: Pengerjaan sepanjang 1,3 kilometer di kedua sisi sungai.
Pembangunan Embung/Waduk:
- Pembangunan Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir): Memiliki luas 1,82 hektare. Pembangunan ini bertujuan untuk mengurangi potensi banjir di area yang terhubung dengan sistem Kali Krukut.
- Pembangunan Embung Kebagusan: Memiliki luas 2,07 hektare. Embung ini diharapkan dapat mereduksi banjir pada sistem aliran Kali Mampang dan Kali Krukut.
- Pembangunan Waduk Sunter Hulu: Memiliki luas 7,3 hektare. Waduk ini dirancang untuk mengendalikan banjir pada sistem aliran Kali Sunter.
Pembangunan Polder:
- Pembangunan sistem tata air Pompa Bulak Cabe: Memiliki kapasitas 24 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Pegangsaan Dua: Memiliki kapasitas 9 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Cilincing KBN: Memiliki kapasitas 16 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Warung Jengkol: Memiliki kapasitas 2 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Kampung Sawah, Rawa Terate: Memiliki kapasitas 6 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Kayu Putih, Rawa Terate: Memiliki kapasitas 15 meter kubik per detik.
- Peningkatan sistem tata air Pompa Ancol: Kapasitas ditingkatkan menjadi 25 meter kubik per detik.
- Peningkatan sistem tata air Pompa IKIP: Kapasitas ditingkatkan menjadi 6 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Cempaka Putih: Memiliki kapasitas 14 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Cengkareng: Memiliki kapasitas 12 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Mangga Raya Greenville: Memiliki kapasitas 4,5 meter kubik per detik.
- Pembangunan sistem tata air Pompa Daan Mogot (meliputi area Depag, KM 13, KM 13,5): Memiliki kapasitas gabungan 23 meter kubik per detik.
Sumber: tvOnenews.com/Syifa Aulia





