KabarDermayu.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengumumkan rencana refocusing atau penyesuaian fokus pada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui penyesuaian ini, sekolah-sekolah yang dianggap berada di lingkungan ekonomi mapan kemungkinan besar tidak akan lagi menjadi sasaran penerima program MBG.
Nanik menjelaskan bahwa refocusing ini bertujuan untuk memastikan program MBG benar-benar menyasar pihak yang paling membutuhkan intervensi gizi.
Ia berpendapat bahwa sekolah-sekolah dengan kondisi ekonomi yang lebih baik kemungkinan memiliki tingkat gizi siswa yang sudah memadai dari rumah.
Oleh karena itu, BGN akan mengarahkan fokus program MBG kepada anak-anak atau penerima manfaat yang secara nyata memerlukan bantuan gizi.
Nanik juga mempertanyakan efektivitas penyaluran program saat ini yang mencakup 63 juta penerima manfaat.
Ada kemungkinan bahwa jumlah tersebut dapat disesuaikan, dengan sebagian dialihkan untuk menambah kuota bagi mereka yang belum pernah menerima manfaat program.
Selain melakukan penyesuaian penerima, BGN juga berencana untuk meningkatkan kontrol kualitas pada setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap unit pelayanan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Nanik menyampaikan kepada Presiden bahwa pada tahun 2026, prioritas BGN bukan lagi mengejar kuantitas penerima, melainkan peningkatan kualitas layanan.
Hal ini akan diwujudkan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur-dapur yang ada, untuk memastikan kesesuaiannya dengan petunjuk teknis (juknis).
Selanjutnya, dapur-dapur tersebut akan dikategorikan berdasarkan kapasitas dan standar kualitasnya, misalnya menjadi kelompok untuk 3.000, 2.000, atau 1.000 porsi.
Pengelompokan ini akan menjadi dasar penyesuaian operasional dan kualitas layanan MBG di masa mendatang.





