KabarDermayu.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menjadi fokus utama dalam upaya penguatan ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, proyek ini juga diproyeksikan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang signifikan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Investasi strategis jangka panjang ini diharapkan menciptakan efek berganda yang positif bagi pembangunan daerah serta perekonomian nasional secara keseluruhan.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan bahwa pembangunan kawasan pangan terpadu di Papua Selatan merupakan bagian integral dari strategi pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang kokoh. Fondasi ini bertumpu pada sektor riil yang produktif.
Pengembangan lahan pertanian berskala besar, menurut Sudaryono, akan membuka berbagai peluang usaha baru. Hal ini secara otomatis akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat setempat.
“Pembangunan sektor pangan tidak hanya sekadar tentang produksi beras semata. Ini adalah tentang penciptaan nilai ekonomi yang lebih luas, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan secara berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Sudaryono.
Pemerintah optimis bahwa optimalisasi lahan pertanian yang ada dan pembukaan lahan baru akan memicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi turunan. Rangkaian aktivitas ini mencakup sektor logistik, perdagangan, jasa, hingga industri pengolahan hasil pertanian.
Dengan demikian, manfaat dari program PSN ini tidak hanya akan dirasakan oleh para petani, tetapi juga oleh pelaku usaha lokal dan masyarakat luas di Papua Selatan.
Dukungan terhadap program strategis ini juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto. Ia menganggap pengembangan satu juta hektare sawah baru di Wanam sebagai langkah yang sangat strategis.
Langkah ini dinilai mampu memperkuat kapasitas produksi pangan nasional sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di Papua Selatan.
“Cetak sawah baru ini memiliki peran krusial untuk ketahanan pangan dalam jangka panjang. Tujuannya adalah mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan yang terus bertambah dan menghindari ketergantungan pasokan pangan dari negara lain,” ujar Panggah dalam keterangannya pada Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut pandangannya, pembangunan sektor pangan haruslah diposisikan sebagai investasi ekonomi nasional. Manfaatnya akan terasa signifikan dalam jangka panjang.
Selain memperkuat kemandirian bangsa, proyek ini juga berpotensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Lebih lanjut, proyek ini akan memperluas akses terhadap pekerjaan yang produktif dan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Papua Selatan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berfluktuasi, PSN Wanam hadir sebagai bukti keberanian pemerintah. Pemerintah berupaya keras membangun sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dari dalam negeri.
Pemanfaatan lahan yang produktif, penguatan rantai pasok pangan, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi pilar-pilar penting. Semua ini bertujuan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
PSN Papua Selatan diharapkan dapat menjadi contoh nyata keberhasilan pembangunan. Proyek ini mampu mengubah potensi wilayah yang kaya menjadi kekuatan ekonomi yang substantif dan nyata.
Program ini sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat negara. Komitmen tersebut adalah untuk menghadirkan pembangunan yang merata di seluruh penjuru negeri. Selain itu, proyek ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, produktif, serta memiliki daya saing tinggi di kancah global.





