KabarDermayu.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sebuah mobil Toyota Fortuner menjadi pusat perhatian warga di kawasan Ciledug, Kota Tangerang. Kendaraan mewah tersebut terlihat mengalami kerusakan setelah dihentikan oleh massa di tengah jalan.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat setelah muncul narasi yang menyebutkan pengemudi Fortuner adalah pelaku tabrak lari. Video yang diunggah oleh akun Instagram @ciledug24jamz menampilkan situasi yang tegang, di mana warga dan pengendara lain berusaha menghentikan mobil tersebut.
“Ciledug mencekam. Pengemudi Fortuner diduga tabrak lari diamuk warga saat terjebak macet,” demikian keterangan yang menyertai unggahan video tersebut, dikutip pada Minggu, 14 Juni 2026.
Namun, kenyataan di balik kejadian tersebut ternyata berbeda dari dugaan yang ramai beredar. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa peristiwa ini tidak berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas atau tabrak lari.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Prasetyo Nugroho, menjelaskan bahwa mobil Fortuner tersebut sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian operasi penangkapan yang dilakukan oleh pihaknya. Operasi ini menyasar seseorang yang diduga terkait dengan kasus narkotika.
Prasetyo mengungkapkan bahwa sebelum pengejaran terjadi, polisi telah berhasil mengamankan salah satu rekan dari pria yang berada di dalam mobil Fortuner tersebut. Pria yang berada di dalam mobil kemudian berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap oleh petugas.
“Salah satu temannya sudah kami amankan. Terus dia masih ada di mobil nah mau kita tangkap, dia berusaha melarikan diri. Kami kejar sama anggota kami,” ujar Prasetyo.
Aksi kejar-kejaran antara polisi dan pengemudi Fortuner di jalan raya menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga yang tidak mengetahui konteks sebenarnya dari kejadian tersebut dan menduga bahwa pengemudi mobil tersebut sedang melarikan diri setelah melakukan tabrak lari.
Akibatnya, teriakan “tabrak lari” menyebar di lokasi kejadian, memicu warga dan pengendara lain untuk turut serta menghentikan kendaraan tersebut. Situasi ini kemudian menjadi viral di media sosial.
Prasetyo menambahkan bahwa pengejaran ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis, yang lebih dikenal dengan sebutan ‘sinte’.
“(Terkait) Sinte. Tembakau sinte,” tegasnya.
Meskipun demikian, polisi belum dapat memastikan secara pasti peran pria yang berada di dalam mobil Fortuner tersebut. Penyidik masih terus mendalami apakah yang bersangkutan hanya sebagai pengguna narkotika atau memiliki keterlibatan lain dalam perkara yang sedang ditangani.
“Ini masih dalam kami dalami ini dia. Entah-entah itu dia sebagai pengguna atau yang lainnya masih kami dalami karena pun masih kita dalam pemeriksaan,” tuturnya.
Saat ini, pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian juga masih berupaya mengumpulkan sejumlah keterangan tambahan untuk mengungkap secara utuh keterkaitan pria tersebut dengan kasus narkotika yang sedang diselidiki.
Sebagai informasi, video pengemudi Fortuner yang dikerumuni massa di Ciledug sempat menimbulkan beragam spekulasi di kalangan masyarakat pengguna media sosial. Namun, kepolisian telah menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah kasus tabrak lari, melainkan bagian dari proses penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana narkotika.





