Rusia Ungkap Dugaan Program Senjata Biologi Rahasia AS di Ukraina

oleh -5 Dilihat
Rusia Ungkap Dugaan Program Senjata Biologi Rahasia AS di Ukraina

KabarDermayu.com – Rusia mengklaim telah menemukan bukti adanya program senjata biologis yang didukung oleh Amerika Serikat dan beroperasi di wilayah Ukraina. Komite Investigasi Rusia menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan Ukraina diduga terlibat dalam sejumlah proyek yang didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Juru bicara resmi komite tersebut, Svetlana Petrenko, menyampaikan bahwa temuan ini didasarkan pada dokumen dan materi yang berhasil diperoleh selama operasi militer Rusia. Informasi ini dilaporkan oleh Sputnik India.

Dalam sebuah Forum Keamanan Internasional, Petrenko menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari investigasi pidana yang telah dibuka oleh Rusia pada tahun 2022. Investigasi ini merujuk pada Pasal 355 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia, yang secara spesifik mengatur mengenai pengembangan, produksi, dan penyimpanan senjata pemusnah massal.

“Kami telah memperoleh data yang mengindikasikan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendanai pengembangan senjata biologis pemusnah massal, dengan melibatkan personel dari Kementerian Kesehatan Ukraina,” ujar Petrenko, sebagaimana dikutip dari laman NDTV pada Jumat, 29 Mei 2026.

Petrenko merinci bahwa penyelidikan ini berfokus pada dugaan penggunaan patogen seperti wabah pes, antraks, bruselosis, dan tularemia untuk keperluan militer. Menurutnya, patogen-patogen tersebut berpotensi untuk digunakan dalam konteks perang biologis.

Rusia sendiri telah lama melontarkan tudingan bahwa Amerika Serikat mendanai program penelitian biologis di Ukraina. Moskow juga menuding bahwa terdapat puluhan laboratorium di negara tersebut yang beroperasi di bawah dukungan AS dan diduga melanggar perjanjian internasional.

Baca juga: Anggaran Kurban Sapi Prabowo Rp 100 Miliar: Purbaya Mengaku Tak Tahu

Pemerintah Rusia menuduh fasilitas-fasilitas tersebut menjalankan aktivitas biologis yang bersifat militer, yang disamarkan sebagai kerja sama dalam bidang kesehatan masyarakat. Pejabat Rusia mengklaim memiliki dokumen serta proyek penelitian yang mereka yakini sebagai bukti adanya aktivitas rahasia di lokasi-lokasi tersebut. Tudingan ini bahkan mencakup penelitian terhadap patogen hingga studi yang melibatkan hewan seperti burung migrasi dan kelelawar.

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Rusia juga menuding bahwa pasca-konflik di Ukraina pada tahun 2023, Amerika Serikat telah memindahkan materi biologis penting dan data penelitian dari Ukraina ke lokasi lain. Tindakan ini diduga dilakukan untuk melanjutkan program-program tersebut.

Namun, Amerika Serikat secara konsisten membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Pada tahun 2022, pemerintahan Presiden Joe Biden telah menolak klaim yang dilontarkan oleh Rusia dan China mengenai kepemilikan atau pengoperasian laboratorium rahasia senjata kimia maupun biologis oleh AS di Ukraina.

Kontroversi yang berkembang ini berakar dari sebuah perjanjian kerja sama yang ditandatangani antara Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Kementerian Kesehatan Ukraina pada tahun 2005.

Melalui perjanjian tersebut, Amerika Serikat memberikan pendanaan kepada Ukraina. Dana ini dialokasikan untuk meningkatkan keamanan laboratorium, memantau penyebaran penyakit, dan melindungi masyarakat dari patogen berbahaya. Disebutkan bahwa dana tersebut berkontribusi pada modernisasi sekitar 46 laboratorium dan fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Ukraina.