Sistem Bundling MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

oleh -8 Dilihat
Sistem Bundling MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran

KabarDermayu.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian pada sistem distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah, namun tetap memastikan kualitas layanan dan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat tidak berkurang.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa penyesuaian utama adalah perubahan pola distribusi MBG. Jika sebelumnya program ini berjalan enam hari dalam seminggu, kini akan menjadi lima hari. Perubahan ini disesuaikan dengan hari aktif belajar peserta didik di sekolah.

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Sony, kebijakan ini diterapkan agar distribusi MBG menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan. Konsepnya adalah MBG diberikan hanya saat siswa berada di sekolah dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.

Selain penyesuaian hari distribusi, BGN juga menghentikan sistem bundling makanan. Sistem ini sebelumnya diterapkan ketika ada hari libur sekolah di tengah pekan. Jika ada jadwal libur di hari Rabu dan Kamis, misalnya, makanan untuk kedua hari tersebut akan dibagikan lebih awal pada hari Selasa dalam bentuk paket yang dibawa pulang oleh siswa.

“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” kata Sony.

Baca juga: Bantuan Beras Minyak Goreng 2.109 KPM Desa Sumbermulya Disalurkan

Sony menegaskan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan BGN ini tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan. Kualitas layanan pemenuhan gizi bagi penerima Program MBG juga dipastikan tetap terjaga.

Menurutnya, efisiensi difokuskan pada aspek tata kelola dan pola distribusi. Tujuannya adalah agar penggunaan anggaran negara dapat berjalan lebih optimal tanpa mengurangi substansi program yang penting bagi gizi anak-anak.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

BGN menilai langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola operasional Program MBG secara nasional. Tujuannya adalah memastikan distribusi makanan berjalan sesuai kebutuhan riil penerima manfaat di lapangan.

Selain mendukung efisiensi anggaran negara, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi. Hal ini juga dapat mengurangi potensi pemborosan dan memastikan kualitas makanan tetap terjaga saat diterima oleh peserta didik.

BGN memastikan bahwa seluruh kebijakan penyesuaian operasional Program MBG tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan pelayanan gizi, akuntabilitas program, serta optimalisasi manfaat bagi masyarakat.