Sony Sonjaya Sebut Nama NSD Terkait Dugaan Korupsi MBG dan Perubahan Yayasan SPPG

oleh -2 Dilihat
Sony Sonjaya Sebut Nama NSD Terkait Dugaan Korupsi MBG dan Perubahan Yayasan SPPG

KabarDermayu.com – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami sosok berinisial NSD yang namanya muncul dalam percakapan WhatsApp terkait pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fakta ini diungkap oleh kuasa hukum Sony, Krisna Murti, usai mendampingi kliennya diperiksa sebagai tersangka. Ia menjelaskan bahwa nama NSD menjadi salah satu fokus utama penyidik saat mencocokkan isi percakapan WhatsApp Sony dengan daftar pihak terkait permintaan titik SPPG.

Menurut Krisna, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Sony Sonjaya memberikan keterangan bahwa NSD terlibat dalam pergantian yayasan pengelolaan SPPG. Pergantian ini disebut terjadi hingga tiga kali.

Penyidik secara rinci menelusuri satu per satu nama yang muncul dalam daftar permintaan titik SPPG. Proses inilah yang kemudian mengungkap percakapan terkait NSD dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan Sony, titik-titik SPPG yang dibahas dalam percakapan tersebut memang berkaitan erat dengan NSD. Beberapa lokasi yang disebut dalam pemeriksaan mencakup wilayah Madiun, Tapos, Bogor, dan beberapa daerah lainnya.

Salah satu poin penting yang disorot adalah adanya pergantian yayasan yang berulang kali dalam pengelolaan titik-titik tersebut. Krisna menekankan bahwa perubahan yayasan seharusnya melalui prosedur administrasi yang jelas dan disertai pemberitahuan resmi kepada pihak terkait.

Namun, menurut keterangan Sony, pergantian yayasan tersebut disampaikan secara lisan dengan kalimat sederhana, “Pokoknya diganti,” tanpa adanya surat resmi kepada dirinya.

Meskipun demikian, Krisna menegaskan bahwa kliennya tidak bermaksud menunjuk atau menuduh pihak tertentu melakukan tindak pidana. Sony hanya menyampaikan informasi yang diketahuinya selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Keputusan mengenai siapa yang akan diperiksa selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik. Sony hanya menjalankan perannya sebagai saksi yang memberikan keterangan berdasarkan pengetahuannya.

Dalam pemeriksaan yang sama, penyidik juga mendalami apakah titik-titik SPPG yang telah dimohonkan oleh berbagai pihak kemudian diperjualbelikan setelah diberikan. Hal ini untuk memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan wewenang lebih lanjut.

Namun, kliennya mengaku tidak mengetahui perkembangan lebih lanjut setelah titik-titik SPPG tersebut diserahkan kepada pihak yang berwenang. Ia tidak memiliki informasi mengenai apa yang terjadi setelah proses penyerahan.

Terkait kemungkinan adanya aliran uang yang berkaitan dengan NSD, Krisna menyatakan bahwa kliennya tidak memperoleh informasi mengenai hal tersebut dari keterangannya. Fokus keterangan Sony hanya sebatas pada perubahan nama yayasan tanpa dasar surat resmi.

Sebelumnya, Sony Sonjaya, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memilih irit bicara saat menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia tidak memberikan komentar sedikit pun terkait perkara yang menjeratnya.

Kehadiran Sony telah dinantikan oleh awak media sejak pagi. Namun, mantan petinggi BGN tersebut langsung bergegas masuk ke dalam gedung pemeriksaan dengan pengawalan petugas, tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Pemeriksaan ini dilakukan di tengah upaya Kejaksaan Agung yang terus mengusut dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola Program MBG yang berlangsung pada periode 2025-2026.