Terungkapnya Rincian Kesepakatan Damai Terbaru AS-Iran

oleh -6 Dilihat
Terungkapnya Rincian Kesepakatan Damai Terbaru AS-Iran

KabarDermayu.com – Amerika Serikat dikabarkan semakin mendekati tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. Kesepakatan ini berpotensi mengakhiri perang, membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta mewajibkan Iran untuk menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya secara tinggi.

Informasi ini diungkapkan oleh beberapa pejabat regional kepada Associated Press pada hari Minggu. Mereka menambahkan bahwa detail dan jadwal pelaksanaan kesepakatan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Namun, hingga kini Iran belum secara resmi menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan uranium tersebut. Padahal, penyerahan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi merupakan salah satu tuntutan utama dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam beberapa minggu terakhir, kedua belah pihak dilaporkan telah beberapa kali hampir mencapai kata sepakat. Presiden Trump sendiri pada hari Sabtu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sebagian besar telah berhasil dinegosiasikan setelah ia melakukan pembicaraan dengan Israel dan beberapa sekutu di kawasan.

“Negosiasi berjalan dengan tertata dan konstruktif. Saya juga telah meminta para perwakilan saya untuk tidak terburu-buru dalam membuat kesepakatan karena waktu ada di pihak kita,” tulis Trump di media sosial pada Minggu, seperti dikutip dari laman AP News pada Senin, 25 Mei 2026.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kini telah menjadi jauh lebih profesional dan produktif.

Menyusul pembicaraan damai antara AS dan Iran, terdapat beberapa poin penting yang dianggap krusial untuk mencapai kesepakatan damai. Berikut adalah rangkuman poin-poin tersebut, yang dikutip dari laman AP News.

Kesepakatan Akan Mencakup Uranium Iran

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang sedang melakukan kunjungan ke India, menyatakan bahwa kemajuan signifikan telah dicapai dalam negosiasi tersebut, meskipun belum final. Ia juga menyampaikan bahwa dunia tidak perlu lagi khawatir Iran akan memiliki senjata nuklir, meskipun tidak memberikan penjelasan lebih rinci.

Baca juga: 4 Zodiak Beruntung 25 Mei 2026: Rezeki & Kebahagiaan

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa negaranya siap untuk meyakinkan dunia bahwa Iran tidak sedang mengejar senjata nuklir.

Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di India merespons pernyataan Rubio melalui media sosial dengan menegaskan bahwa Teheran memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk mengembangkan teknologi nuklir.

Iran selama ini selalu menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk keperluan damai. Namun, negara tersebut tetap melakukan pengayaan uranium hingga mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk pembuatan senjata.

Menurut dua pejabat regional yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kesepakatan yang sedang dibahas akan mencakup penyerahan stok uranium Iran yang telah diperkaya secara tinggi.

Salah satu pejabat yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut mengatakan bahwa mekanisme penyerahan uranium ini masih akan dibahas lebih lanjut dalam periode 60 hari ke depan.

Sebagian dari uranium tersebut kemungkinan akan diencerkan, sementara sisanya akan dipindahkan ke negara ketiga. Rusia dilaporkan telah menawarkan diri untuk menampung uranium tersebut.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebutkan bahwa Iran saat ini memiliki 440,9 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen. Tingkat ini hanya selangkah lagi dari 90 persen yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.

Presiden Trump diketahui menginginkan konsesi yang lebih besar dari Iran dibandingkan dengan kesepakatan nuklir era Presiden Barack Obama pada tahun 2015, yang kemudian ditinggalkan oleh Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump.

Pada hari Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa perbedaan posisi antara Iran dan Amerika Serikat mulai menyempit. Namun, Iran tetap berhati-hati setelah dua kali mengalami serangan selama proses negosiasi nuklir dalam setahun terakhir.

Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, yang berperan sebagai mediator penting dalam perundingan ini, meninggalkan Tehran pada Sabtu malam setelah melakukan pembicaraan kembali dengan pejabat Iran.

Selat Hormuz Akan Dibuka Bertahap

Menurut para pejabat tersebut, Selat Hormuz akan dibuka kembali secara bertahap bersamaan dengan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap Iran.

Amerika Serikat juga disebut akan mengizinkan Iran untuk kembali menjual minyaknya melalui pelonggaran sanksi.

Salah satu pejabat mengatakan bahwa pembahasan mengenai pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran yang dibekukan akan dilakukan dalam jangka waktu 60 hari.

Kedua pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa draf kesepakatan mencakup penghentian perang antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran di Lebanon.

Sudah 12 pekan berlalu sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, yang mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi negara tersebut serta sejumlah pejabat penting lainnya. Gencatan senjata dengan Iran sendiri masih bertahan sejak 7 April, meskipun sesekali kedua pihak tetap terlibat dalam saling serang.

Sejumlah negara, termasuk Uni Eropa dan Inggris, menyambut positif perkembangan menuju kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran.