Video Tak Senonoh di Dekat Rel Jatinegara

oleh -4 Dilihat
Video Tak Senonoh di Dekat Rel Jatinegara

KabarDermayu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur mengambil tindakan tegas dengan menutup akses liar menuju kawasan rel kereta api di wilayah Jatinegara. Langkah ini diambil menyusul maraknya perbincangan di media sosial tentang video pasangan yang diduga melakukan tindakan asusila di pinggir rel tersebut.

Penutupan akses yang dimaksud adalah penguatan kembali pagar dan tembok yang selama ini menjadi jalur keluar masuk menuju area rel. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Muhammadong, saat dihubungi pada hari Kamis.

Keputusan penutupan akses ini merupakan hasil dari koordinasi lintas instansi yang dilaksanakan pada hari yang sama. Pertemuan tersebut bertempat di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara.

Muhammadong menjelaskan bahwa selama ini, akses menuju area rel tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat secara bebas. Kondisi ini dinilai perlu segera ditertibkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia menegaskan bahwa kawasan rel kereta api sejatinya adalah area terbatas yang seharusnya tidak dijadikan tempat aktivitas oleh masyarakat umum. Hal ini demi menjaga keselamatan semua pihak.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, keberadaan akses liar tersebut juga dianggap memicu munculnya aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum di masyarakat.

Koordinasi penanganan masalah ini melibatkan berbagai pihak. Di antaranya adalah Wakil Kepala Stasiun Jatinegara, unsur pengendali lapangan, Satpol PP Kecamatan Jatinegara, serta Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh NA.

Selain penutupan akses fisik, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga berencana untuk meningkatkan sistem pencahayaan di sekitar lokasi. Penambahan lampu ini bertujuan untuk mengurangi area yang gelap, yang sering kali rawan dijadikan tempat berkumpul atau melakukan aktivitas negatif.

Baca juga: Indonesia Ikuti Kontes Inovasi Industri BRICS 2026

“Kawasan yang minim penerangan memang berpotensi disalahgunakan. Karena itu, penerangan akan ditambah agar pengawasan lebih optimal,” ujar Muhammadong.

Lebih lanjut, akan digelar pula patroli gabungan secara rutin, terutama pada malam hari. Patroli ini akan melibatkan unsur Tiga Pilar Kecamatan Jatinegara bersama dengan petugas pengamanan internal dari PT KAI.

Muhammadong menilai bahwa langkah-langkah yang diambil ini merupakan wujud respons cepat pemerintah. Respons ini diberikan terhadap keresahan masyarakat yang muncul setelah video perbuatan tidak senonoh di sekitar rel tersebut menjadi viral di media sosial.

Ia berharap dengan adanya penataan akses dan penguatan sistem pengawasan, lingkungan di sekitar rel kereta api dapat menjadi lebih aman dan tertib. Tujuannya adalah untuk mencegah kawasan tersebut kembali dijadikan tempat aktivitas yang melanggar norma-norma kesusilaan.

“Masyarakat juga kami minta ikut menjaga lingkungan dan tidak memasuki area rel sembarangan karena sangat berbahaya,” tutur Muhammadong.

Hingga kegiatan monitoring di lokasi tersebut selesai dilaksanakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan tetap dalam kondisi aman, kondusif, dan terkendali.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan tindakan asusila antara seorang pria dan wanita di perlintasan rel kereta api di Jalan Bekasi Timur, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, sempat viral di media sosial, khususnya di akun Instagram @info.jakartatimurr.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, pasangan tersebut nekat melakukan hubungan intim di tepi perlintasan rel kereta api. Peristiwa ini diketahui terjadi pada hari Rabu, 6 Mei, sekitar pukul 23.30 WIB.