KabarDermayu.com – Kepolisian tengah mendalami kasus kematian seorang wanita muda berinisial L (20) yang ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Korban ditemukan pada Jumat siang, 29 Mei 2026. Penemuan jasad ini segera memicu penyelidikan oleh aparat kepolisian.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum untuk menentukan penyebabnya.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Polisi Nugrahadi, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak kekerasan atau karena sebab lain.
“Meninggal ya. Penyebab kematiannya masih kita selidiki,” ujar Nugrahadi pada Jumat, 29 Mei 2026.
Meskipun demikian, polisi mengakui adanya luka yang ditemukan pada tubuh korban saat pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
“Iya, tapi ada luka. Secara kasat mata ada luka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nugrahadi merinci bahwa luka tersebut terlihat jelas di bagian kepala korban.
Baca juga: Omzet Kurban Idul Adha 2026 Rp 26 Triliun, Indef: Penggerak Ekonomi
“Di kepala,” ungkap Nugrahadi.
Namun, polisi enggan berspekulasi mengenai penyebab luka tersebut. Polisi belum bisa memastikan apakah luka itu disebabkan oleh benturan benda tumpul, terjatuh, atau faktor lainnya.
Semua dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang komprehensif.
“Nah, itu belum tahu saya. Kita juga nunggu hasil visum,” tuturnya.
Korban diketahui adalah seorang perempuan muda berinisial L, yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun.
“Usianya 20-an lah, L,” kata Nugrahadi.
Saat ini, aparat kepolisian masih berupaya mengumpulkan keterangan dari para saksi. Mereka juga tengah menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di hotel tersebut.
“Kita masih cari tahu. Dugaan kan banyak,” pungkas Nugrahadi.





