Bareskrim Selidiki Dugaan Kecurangan Ekspor Sawit, Kantor dan Gudang Perusahaan Disegel

oleh -7 Dilihat
Bareskrim Selidiki Dugaan Kecurangan Ekspor Sawit, Kantor dan Gudang Perusahaan Disegel

KabarDermayu.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan praktik manipulasi data dalam ekspor komoditas kelapa sawit. Modus yang diselidiki adalah praktik under invoicing, di mana nilai ekspor dilaporkan lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Dalam upaya memperkuat penyelidikan ini, pihak kepolisian telah melakukan penggeledahan di kantor sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor kelapa sawit. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Setyo K. Heriyatno.

“Tim penyidik Subdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor PT MMS yang berlokasi di Jalan Ampera IV, Pademangan, Jakarta Utara,” ujar beliau, seperti dikutip pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Tidak hanya di kantor pusat, penggeledahan juga meluas ke fasilitas gudang perusahaan yang terletak di kawasan pergudangan Laksana, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Tindakan ini dilaksanakan pada Kamis, 28 Mei 2026.

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas ekspor perusahaan. Barang bukti yang diamankan meliputi berbagai dokumen penting, seperti dokumen perusahaan, dokumen invoice, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), serta beberapa unit CPU komputer.

Komisaris Besar Polisi Setyo K. Heriyatno menjelaskan bahwa penggeledahan ini bertujuan untuk mendalami lebih lanjut dugaan praktik manipulasi data ekspor. Manipulasi ini diduga dilakukan untuk mengurangi nilai sebenarnya dari barang ekspor kelapa sawit melalui metode under invoicing.

Praktik semacam ini berpotensi besar menimbulkan kerugian negara. Hal ini dikarenakan nilai transaksi ekspor yang dilaporkan oleh perusahaan tidak mencerminkan kondisi nilai barang yang sebenarnya.

Saat ini, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman dan analisis terhadap seluruh dokumen serta barang bukti yang telah berhasil diamankan dari lokasi penggeledahan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap dokumen-dokumen yang ditemukan saat penggeledahan untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau memastikan bahwa penyidik tidak akan berhenti pada penggeledahan dan penyitaan barang bukti. Pihaknya akan secara aktif menelusuri semua pihak yang diduga terlibat dalam praktik manipulasi data ekspor ini.

Baca juga: BRI Distribusikan 5.000 Hewan Kurban Idul Adha di Berbagai Daerah

“Kami akan mendalami siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara ini serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” pungkasnya. (Ant)