KabarDermayu.com – Kabinet Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kunjungan luar negeri kepala negara bertujuan untuk memperkuat hubungan internasional dan menjaga kepentingan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan hal ini sebagai tanggapan atas kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo sejak menjabat.
Teddy menekankan pentingnya hubungan baik antarnegara, terutama saat dunia menghadapi berbagai krisis dan ketegangan geopolitik yang dapat berdampak pada Indonesia.
“Kita harus membangun hubungan baik supaya ketika ada situasi darurat atau kondisi tertentu, kita bisa saling membantu,” ujar Teddy dalam sebuah video yang diunggah di media sosial resmi Sekretariat Kabinet pada Senin, 2 Juni 2026.
Diplomasi Menjadi Langkah Strategis di Tengah Ketidakpastian Dunia
Menurut Teddy, Presiden Prabowo menjalankan agenda kenegaraan tahunan sekaligus merespons perkembangan global yang sangat dinamis. Ia menyebutkan bahwa saat Presiden Prabowo mulai memimpin Indonesia, dunia sedang dilanda berbagai konflik dan krisis di beberapa kawasan.
Kondisi ini mengharuskan kepala negara untuk berkomunikasi langsung dengan para pemimpin dunia demi memastikan posisi dan kepentingan Indonesia tetap terjaga.
Teddy menegaskan bahwa kepercayaan dan hubungan internasional tidak dapat dibangun secara instan ketika krisis sudah terjadi. Oleh karena itu, pendekatan diplomasi sejak dini dianggap penting.
“Hubungan personal dan rasa saling percaya antar pemimpin itu tidak bisa dibangun tiba-tiba saat keadaan darurat terjadi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya terbatas pada forum resmi yang disaksikan publik, tetapi juga mencakup komunikasi personal yang sering kali tidak terlihat secara terbuka.
Respons atas Kritik Frekuensi Perjalanan Luar Negeri
Sebelumnya, Dino Patti Djalal mempertanyakan intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Ia mengangkat sejumlah isu mulai dari pembiayaan perjalanan, jumlah rombongan resmi, transparansi agenda, hingga peluang pertemuan dengan pemimpin negara lain dalam forum internasional.
Menanggapi hal tersebut, Teddy menyatakan bahwa seluruh agenda diplomatik Presiden ditentukan berdasarkan prioritas nasional dan kebutuhan strategis Indonesia.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri Sugiono mempertimbangkan secara matang bentuk komunikasi yang diperlukan dalam setiap hubungan bilateral maupun multilateral.
Baca juga: PSG Juara Eropa Kedua Kali Lebih Sulit: Luis Enrique Pertahankan Takhta
“Apakah harus bertemu langsung, cukup lewat telepon, atau bentuk komunikasi lain, itu diputuskan berdasarkan kebutuhan dan kepentingan negara,” ujar Teddy.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa tidak semua komunikasi diplomatik perlu diumumkan kepada publik. Dalam beberapa situasi, kerahasiaan komunikasi antarnegara justru diperlukan demi efektivitas diplomasi.
Pertemuan Tatap Muka Bukan Satu-satunya Cara
Teddy juga membantah anggapan bahwa seluruh komunikasi diplomatik harus dilakukan melalui pertemuan langsung. Ia menilai perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan hubungan antarnegara tetap berjalan efektif tanpa harus selalu bertatap muka.
Menurutnya, percakapan melalui sambungan telepon maupun jalur komunikasi lainnya juga merupakan bagian penting dari diplomasi modern.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa ada momen-momen tertentu yang memang membutuhkan kehadiran langsung seorang kepala negara untuk memperkuat hubungan dan membangun kepercayaan politik.
“Semua dipertimbangkan berdasarkan urgensi dan kepentingan nasional,” kata Teddy.
Pemerintah Memastikan Diplomasi Tetap Berfokus Menjaga Kepentingan Indonesia
Pemerintah menilai bahwa aktivitas diplomasi Presiden Prabowo dilakukan dalam konteks menjaga stabilitas hubungan internasional Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
Langkah ini juga disebut sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi, politik, hingga keamanan internasional yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Teddy memastikan bahwa setiap agenda perjalanan luar negeri Presiden dilakukan dengan perhitungan strategis dan mempertimbangkan manfaat diplomatik bagi Indonesia.
Dengan situasi global yang semakin kompleks, pemerintah meyakini bahwa komunikasi intensif dengan para pemimpin dunia merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia di panggung internasional.





