KabarDermayu.com – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara dinilai oleh calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anthony Leong, sebagai langkah proaktif pemerintah dalam memperkuat kerja sama ekonomi.
Anthony Leong menekankan bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ini bertujuan untuk meningkatkan investasi, perdagangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Menurutnya, lawatan internasional Presiden Prabowo bukan sekadar agenda diplomatik biasa, melainkan bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional yang lebih besar.
Pendekatan yang dijalankan oleh Presiden Prabowo ini disebut sebagai strategi geoekonomi. Tujuannya adalah untuk mempercepat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.
“Presiden Prabowo sedang menjalankan geoekonomi secara praktis. Beliau hadir langsung di berbagai negara untuk membangun kemitraan investasi strategis,” ujar Anthony dalam keterangannya pada Rabu, 3 Juni 2026.
Anthony Leong menilai bahwa dampak positif dari kunjungan internasional Presiden Prabowo sudah mulai terlihat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.
Berbagai pertemuan bilateral dan forum internasional yang dihadiri Presiden Prabowo telah berhasil menghasilkan komitmen investasi bernilai besar. Sektor-sektor yang menjadi fokus meliputi energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan, infrastruktur, ekonomi digital, hingga pengembangan teknologi.
Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Anthony menjelaskan bahwa hubungan langsung antar pemimpin negara memegang peranan penting. Hal ini krusial dalam menarik investasi dan membangun kepercayaan dari para pelaku usaha internasional.
Dunia saat ini tengah mengalami pergeseran besar dalam rantai pasok dan rantai nilai global. Oleh karena itu, Indonesia perlu menempati posisi strategis agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.
Indonesia harus mampu menjadi pemain utama dalam industri bernilai tambah tinggi. Hal ini penting agar tidak terus menerus hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi global.
“Kita sedang menyaksikan bagaimana global value chain berbasis sumber daya alam dirajut ulang. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi price maker, bukan terus-menerus menjadi price taker,” tegas Anthony.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan kemitraan global yang kuat. Anthony menambahkan bahwa inilah yang sedang dibangun oleh Presiden Prabowo melalui diplomasi ekonomi yang aktif.
Kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri tersebut juga dapat dilihat sebagai upaya untuk mempromosikan potensi ekonomi Indonesia secara langsung kepada calon investor.
Dengan kehadiran langsung, Presiden dapat menjelaskan secara detail mengenai peluang investasi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia kepada para pemimpin negara dan perwakilan bisnis.
Baca juga: KSP Harapkan BGN Lebih Transparan dan Akuntabel Pasca-Pencopotan Dadan Hindayana
Hal ini dapat membangun pemahaman yang lebih baik dan mengurangi keraguan yang mungkin timbul akibat informasi yang terbatas atau simpang siur.
Pendekatan geoekonomi yang diusung Presiden Prabowo juga mencakup pemanfaatan posisi geografis Indonesia yang strategis. Lawatan ke berbagai negara diharapkan dapat membuka jalur perdagangan baru dan memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan logistik global.
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang untuk menjajaki potensi kerja sama dalam transfer teknologi. Kolaborasi dalam bidang teknologi sangat krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk Indonesia.
Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus penting. Melalui kerja sama internasional, diharapkan ada program-program pelatihan dan pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
Anthony Leong menekankan bahwa strategi geoekonomi ini bersifat jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak terlihat instan, namun fundamental ekonomi Indonesia akan semakin kuat jika strategi ini dijalankan secara konsisten.
Kepercayaan investor yang meningkat akan mendorong aliran modal masuk ke Indonesia. Modal ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, industri, dan teknologi yang vital bagi pembangunan nasional.
Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri dapat dipandang sebagai investasi diplomatik yang berorientasi pada hasil ekonomi konkret.
Strategi ini selaras dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang mandiri dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.
Anthony Leong juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang proaktif dalam mencari peluang ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Kemampuan Presiden untuk menjalin komunikasi yang baik dengan para pemimpin dunia menjadi modal berharga dalam mengamankan kepentingan ekonomi nasional.
Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis yang dirancang untuk membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
Strategi geoekonomi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi dan menjadi pemain kunci dalam ekonomi global.





