Pertamina Patra Niaga: Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan

oleh -5 Dilihat
Pertamina Patra Niaga: Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan

KabarDermayu.com – PT Pertamina Patra Niaga secara konsisten memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Upaya ini dilakukan melalui berbagai Program Community Involvement and Development (CID) yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan pendekatan ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berupaya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga secara aktif memperkuat kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menekankan bahwa pembangunan ketahanan pangan sangat bergantung pada pemberdayaan masyarakat yang bersifat berkelanjutan. Ia meyakini bahwa program-program yang dirancang harus mampu mengoptimalkan potensi daerah.

“Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan,” ujar Roberth, seperti dikutip dari keterangannya pada Minggu, 7 Juni 2026.

Pertamina Patra Niaga berjanji untuk terus menyajikan program-program yang memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat. Selain itu, program-program ini juga bertujuan untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan, ketahanan pangan, dan pembangunan yang berkelanjutan secara keseluruhan.

Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah pengembangan budidaya ikan menggunakan teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir.

Masyarakat pesisir sebelumnya sangat bergantung pada hasil tangkapan laut yang sering kali tidak menentu. Ketidakpastian ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca, keterbatasan alat perikanan, serta ancaman abrasi pantai yang semakin meningkat.

Melalui penerapan teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki opsi sumber pangan alternatif yang lebih stabil. Selain itu, teknologi ini juga membuka peluang pendapatan baru melalui budidaya ikan nila, dengan siklus panen yang relatif singkat, yaitu sekitar 4 hingga 6 bulan.

Program budidaya ikan ini juga mendapatkan dukungan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS dengan kapasitas 4,4 kWp ini mampu memberikan penghematan biaya listrik yang signifikan, mencapai Rp9,3 juta setiap tahunnya. Lebih lanjut, penggunaan PLTS ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

Di wilayah Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga, melalui Fuel Terminal Pematang Siantar, telah mengembangkan Program Siantar Habonaron. Program ini merupakan sebuah model urban farming terpadu yang inovatif.

Konsep utamanya adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah milik masyarakat. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga secara efektif dan efisien.

Program ini muncul sebagai respons terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan. Selain itu, tekanan ekonomi dan kebutuhan akan akses pangan yang lebih terjangkau juga menjadi latar belakang lahirnya program ini.

Melalui integrasi berbagai komponen, seperti peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat kini mampu memproduksi telur dan sayuran. Hasil produksi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sehari-hari.

Sistem ini juga menciptakan siklus yang berkelanjutan. Limbah kotoran ayam yang dihasilkan dari peternakan diubah menjadi media tanam yang subur untuk budidaya sayuran. Sementara itu, sisa makanan dari rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya maggot.

Maggot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik tersebut kemudian digunakan kembali sebagai pakan bernutrisi untuk ternak ayam. Pendekatan terpadu ini memaksimalkan sumber daya yang ada dan meminimalkan pemborosan.

Salah seorang anggota Kelompok Habonaron, yang bernama Asih, mengungkapkan rasa syukurnya atas dampak positif program ini. Ia menyatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga telah sangat membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarganya.

“Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini,” tutur Asih, menunjukkan manfaat langsung dari program tersebut bagi kesejahteraan keluarganya.