Dugaan Pembunuhan Tukang Cilok di Tangerang Akibat Perselisihan Senioritas dan Utang

oleh -6 Dilihat
Dugaan Pembunuhan Tukang Cilok di Tangerang Akibat Perselisihan Senioritas dan Utang

KabarDermayu.com – Sebuah kasus pembunuhan yang menggemparkan terjadi di Desa Pasir Gadung, Kabupaten Tangerang, melibatkan dua orang pedagang cilok. Korban berinisial P (33) ditemukan tewas, sementara pelaku adalah rekan kerjanya sendiri yang berinisial MS (17).

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, mengungkapkan bahwa korban dan pelaku memiliki profesi yang sama, yaitu berjualan cilok. Perbedaan usia dan status senioritas di tempat kerja menjadi akar permasalahan yang berujung pada tragedi ini.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban P diketahui sering meminjam uang kepada pelaku MS. Namun, peminjaman uang ini kerap disertai dengan ancaman. Korban merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena dianggap sebagai senior di lingkungan kerja mereka.

“Korban kerap meminjam uang kepada pelaku dan mengancam apabila tidak diberikan, karena korban merasa senior dalam profesi tersebut,” jelas Kombes Pol Indra Waspada kepada wartawan pada Minggu, 7 Juni 2026.

Fakta menarik lainnya adalah pelaku MS baru beberapa hari bergabung dan bekerja di tempat tersebut. Ia menempati kontrakan yang sama dengan korban. Keterangan ini didapat dari pelaku sendiri, yang mengaku sering dimintai uang dan diancam oleh korban.

Pelaku merasa tidak nyaman dan tertekan dengan perlakuan korban. Permintaan uang yang terus-menerus disertai intimidasi membuat pelaku merasa sakit hati dan dendam.

Motif di balik aksi pembunuhan ini akhirnya terkuak. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah, menyatakan bahwa rasa sakit hati yang mendalam menjadi pemicu utama MS melakukan tindakan keji tersebut.

“Hasil keterangan pelaku karena dendam. Pelaku sakit hati karena sering diintimidasi dan dimintai uang,” ujar Ipda Syaiful Rusdiansyah pada hari yang sama.

MS menceritakan kepada ayahnya, yang berinisial BT (41), mengenai perlakuan intimidatif dan permintaan uang yang berulang kali dari korban. Cerita inilah yang kemudian mendorong MS untuk bertindak.

Berdasarkan informasi tersebut, pelaku MS kemudian mendatangi kontrakan korban. Di sanalah, dengan menggunakan senjata tajam, MS menghabisi nyawa P.

Yang lebih mengejutkan, kedua pelaku yang terlibat dalam aksi pembunuhan ini ternyata adalah ayah dan anak. Pelaku MS (17) dibantu oleh ayahnya, BT (41).

“Ya, berdua,” ungkap Ipda Syaiful Rusdiansyah ketika ditanya mengenai keterlibatan pelaku lain.

Setelah melakukan perbuatannya, kedua pelaku berusaha melarikan diri. Mereka berhasil diringkus oleh pihak kepolisian di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Rencana pelarian mereka adalah menuju ke daerah Salatiga, Jawa Tengah. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh tim gabungan dari kepolisian.

tvOnenews.com/Adinda Safira