Trump Klaim Berjasa Selamatkan Israel: Kalau Bukan Saya, Israel Sudah Tak Ada

oleh -8 Dilihat
Trump Klaim Berjasa Selamatkan Israel: Kalau Bukan Saya, Israel Sudah Tak Ada

KabarDermayu.com – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini melontarkan klaim yang cukup mengejutkan terkait perannya dalam keberlangsungan negara Israel. Trump menyatakan bahwa tanpa campur tangannya, Israel kemungkinan besar tidak akan ada hingga saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Trump sebagai respons terhadap tudingan bahwa dirinya telah dimanipulasi dan terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam sebuah podcast, Trump dengan tegas mengatakan, “Jika bukan karena saya, tidak akan ada Israel.” Pernyataan ini dilontarkannya pada Senin, 8 Juni 2026, saat membantah keterlibatannya dalam eskalasi konflik dengan Iran.

Lebih lanjut, dalam wawancara yang dirilis pada Rabu, Trump menolak anggapan bahwa dirinya telah diarahkan atau dimanipulasi untuk memulai konfrontasi militer sekitar tiga bulan lalu.

Ia menegaskan bahwa dirinya yang mengambil inisiatif, didorong oleh kekhawatiran akan potensi Iran memiliki senjata nuklir. “Saya yang memulainya. Saya memulainya karena kita tidak bisa membiarkan mereka (Iran) memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

Trump kembali menekankan pentingnya perannya dengan menambahkan, “Jika bukan karena saya, saat ini mungkin tidak akan ada Israel.”

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga ditanya mengenai laporan media Axios yang menyebutkan adanya percakapan bernada tinggi antara dirinya dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan hingga Trump menyebut Netanyahu dengan sebutan ‘gila’. Trump mengakui adanya percakapan tersebut, namun membantah jika disebut marah besar.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa sedikit kesal karena Netanyahu terus-menerus berkonflik dengan Lebanon. Trump mengaku telah meminta Netanyahu untuk menghentikan tindakan tersebut.

“Ya, saya berbicara dengannya. Saya tidak akan menyebutnya marah. Saya hanya sedikit kesal karena dia terus-menerus berkonflik dengan Lebanon. Sampai akhirnya saya mengatakan, ‘Bibi’ (nama panggilan Netanyahu), kamu harus menghentikan ini. Kamu harus menghentikannya,” ungkap Trump.

Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Netanyahu tetap baik. Ia menyatakan kekagumannya terhadap Netanyahu dan kerja sama yang baik di antara mereka.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Saya sangat menyukainya. Saya bekerja sama dengannya dengan sangat baik,” kata Trump.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah situasi ketegangan yang kembali meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan juga menyebutkan bahwa upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata sedang mengalami kebuntuan.

Iran bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata harus mencakup Lebanon, mengingat konflik antara Israel dan Hezbollah masih terus berlanjut di wilayah tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, ia mengakui bahwa keputusan tersebut bisa saja berubah di kemudian hari.

“Saya memang harus mengatakan bahwa kita perlu melakukan sesuatu terhadap Iran. Sehebat apa pun kondisi ekonomi kita, kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Mereka sudah setuju tidak akan memiliki senjata nuklir. Tentu saja mereka bisa berubah pikiran, tetapi itu adalah salah satu syarat yang harus mereka setujui, dan mereka sudah menyetujuinya. Itu yang paling penting,” jelasnya.

Trump juga menambahkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, telah terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dan memberikan persetujuan dalam proses negosiasi tersebut. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan untuk bertemu dengan Khamenei di masa mendatang.