Tarif Transjabodetabek Akan Naik, Tarif Blok M-Soetta Tak Mungkin Rp3.500

oleh -7 Dilihat
Tarif Transjabodetabek Akan Naik, Tarif Blok M-Soetta Tak Mungkin Rp3.500

KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengkonfirmasi bahwa tarif layanan Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian. Perubahan ini akan mempertimbangkan faktor jarak tempuh penumpang serta karakteristik spesifik dari setiap layanan yang disediakan.

Pramono Anung menyatakan bahwa tarif saat ini yang hanya Rp3.500 untuk rute Blok M-Soekarno-Hatta tidaklah realistis. Ia membandingkannya dengan biaya transportasi lain seperti Damri atau layanan serupa yang sudah mencapai di atas Rp100.000.

Keputusan mengenai tarif baru Transjabodetabek akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para pengguna layanan diharapkan dapat memahami bahwa penyesuaian ini dilakukan demi mempertimbangkan jarak tempuh dan kualitas layanan yang diberikan.

Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa tarif yang ditetapkan nantinya tetap terjangkau bagi masyarakat. Langkah ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum di wilayah Jabodetabek.

Lebih lanjut, Pramono Anung menjelaskan bahwa akan ada penyesuaian tarif dan angka pastinya akan segera diputuskan. Hal ini menandakan adanya perubahan signifikan dalam struktur tarif yang berlaku.

Sebagai informasi, rute Transjabodetabek baru yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta telah dioperasikan oleh Transjakarta sejak tanggal 12 Maret 2026. Rute ini merupakan pengembangan layanan transportasi publik.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menetapkan tarif rute ini di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000. Namun, Gubernur Pramono Anung memutuskan untuk menunggu operasional rute tersebut selama tiga bulan sebelum menetapkan tarif final.