KabarDermayu.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapan terkait aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa di berbagai daerah baru-baru ini.
Salah satu poin utama yang disuarakan oleh para mahasiswa adalah desakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Wakil Ketua Umum PSI, Isyana Bagoes Oka, menyatakan bahwa demonstrasi merupakan bagian penting dari penyaluran aspirasi dalam sistem demokrasi.
“Upaya-upaya untuk menyalurkan aspirasi tentu saja merupakan upaya yang tidak dilarang, tentu saja dengan tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku,” kata Isyana saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menyinggung tuntutan mahasiswa mengenai program MBG, Isyana mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap program tersebut.
“Saat ini berbagai upaya untuk memperbaiki program MBG ini sudah terus dilakukan, termasuk juga sekarang ini juga sudah ada Ketua BGN yang baru, Wakil Ketua BGN yang baru dan berbagai upaya terus dilakukan tentu saja untuk memperbaiki,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dalam memperbaiki tata kelola pelaksanaan program prioritas pemerintah ini.
Isyana menjelaskan bahwa program MBG memiliki tujuan krusial untuk meningkatkan status gizi masyarakat, yang pada akhirnya berkontribusi pada upaya menekan angka stunting di Indonesia.
“Bagaimana agar anak-anak usia sekolah, kemudian Ibu hamil, ibu menyusui, balita dan PAUD bisa mendapatkan gizi yang baik untuk salah satunya adalah upaya pencegahan stunting dan bisa kita sama-sama meraup bonus demografi mencapai Indonesia emas 2045,” tandasnya.





