Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Purbaya Ungkap Mesin Ekonomi Baru

oleh -14 Dilihat
Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Purbaya Ungkap Mesin Ekonomi Baru

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan akan mencapai 8 persen. Keyakinan ini muncul meskipun kondisi ekonomi global tengah bergejolak. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026, menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional sedang dipersiapkan untuk performa yang lebih kuat.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi birokrasi fiskal dan peningkatan peran sektor swasta serta investasi. “Saat kondisi global gonjang ganjing saja, (kuartal I-2026) kita masih bisa tumbuh 5,61 persen. Jadi mesin pertumbuhan ekonomi ini memang baru dipanaskan,” ujar Purbaya saat berbicara di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Salah satu instrumen yang digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekspor adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di bawah Kementerian Keuangan. LPEI kini tengah menggerakkan Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) eksportir. Program ini menawarkan suku bunga yang kompetitif, berkisar antara 4-6 persen per tahun, dengan tujuan utama memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat secara bertahap. Langkah awal adalah membawa laju ekonomi menuju kisaran 6 persen, dan kemudian terus meningkat seiring membaiknya iklim investasi, ekspor, dan produktivitas nasional. Target ini dianggap realistis apabila seluruh instrumen kebijakan, baik fiskal, moneter, maupun sektor riil, dapat berjalan selaras.

Momentum pemulihan ekonomi yang terlihat sejak akhir tahun 2025 menjadi salah satu indikator positif. Hal ini diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan likuiditas, dorongan investasi, peningkatan konsumsi masyarakat, serta percepatan belanja negara. Upaya-upaya ini dirancang untuk menciptakan stimulus yang berkelanjutan bagi perekonomian.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya reformasi fiskal, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan. Langkah-langkah reformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat penerimaan negara, tetapi juga menciptakan ruang fiskal yang lebih besar. Ruang fiskal yang memadai akan sangat krusial untuk mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia yang menjadi prioritas pemerintah.

Pemerintah juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Reformasi birokrasi menjadi salah satu kunci utama untuk mempermudah perizinan dan mengurangi hambatan bagi investor. Dengan begitu, diharapkan lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Purbaya juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi penentu keberhasilan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan mencapai target pertumbuhan yang ambisius.

Kondisi ekonomi global yang masih dinamis memerlukan kewaspadaan dan strategi adaptif. Namun, dengan fondasi yang terus diperkuat dan kebijakan yang tepat sasaran, Purbaya optimis bahwa Indonesia mampu menavigasi ketidakpastian tersebut dan terus mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.

LPEI sebagai salah satu motor penggerak ekspor memiliki peran strategis. Dengan program pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM, diharapkan produk-produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor non-komoditas dan mendiversifikasi pasar tujuan ekspor.

Fokus pada reformasi perpajakan dan kepabeanan juga bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan efisien. Dengan basis pajak yang lebih luas dan kepatuhan yang meningkat, penerimaan negara dapat dioptimalkan untuk membiayai pembangunan tanpa harus menambah beban utang secara signifikan.

Secara keseluruhan, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui berbagai kebijakan strategis yang berfokus pada penguatan fondasi, peningkatan investasi, dan reformasi struktural, Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh kuat bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.