Pasca Ledakan di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Atasi Trauma Siswa

oleh -5 Dilihat
Pasca Ledakan di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Atasi Trauma Siswa

KabarDermayu.com – Kepolisian memberikan pendampingan psikologis kepada siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk memulihkan trauma yang dialami para siswa pasca ancaman teror bom yang sempat menggemparkan sekolah tersebut.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rita Wulandari Wibowo, menyatakan bahwa pendampingan ini difokuskan pada anak-anak sekolah sebagai subjek utama. Hal ini penting untuk mengembalikan rasa aman dan mengurangi kecemasan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi orang tua mereka.

Dalam upaya pemulihan ini, anggota kepolisian juga akan berinteraksi langsung dengan anak-anak. Mereka akan memberikan edukasi dan penguatan mental, membantu siswa mengatasi dampak psikologis dari insiden tersebut.

Kegiatan ini, lanjut Rita Wulandari, merupakan bagian dari penegakan hukum yang bertujuan untuk pencegahan dan perlindungan terhadap perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan. Ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

“Saya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, akan hadir memberikan penguatan kepada sekolah, kepada seluruh anak-anak, dan juga kepada orang tua siswa,” tutur Rita Wulandari.

Melalui upaya ini, Polda Metro Jaya berharap dapat memperkuat program pencegahan ancaman yang berpotensi menimbulkan trauma. Tujuannya adalah agar proses belajar mengajar di lingkungan sekolah dapat berjalan tanpa gangguan.

Polda Metro Jaya memang bergerak cepat dalam mengungkap kasus teror bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15. Penyelidikan intensif dilakukan untuk memastikan pelaku dapat segera ditangkap dan motif di baliknya terungkap.

Seorang terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pelaku berinisial MY, berusia 34 tahun, dan bertempat tinggal di sekitar lokasi kejadian.

“Kegiatan teror yang terjadi, untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan. Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan,” kata Budi Hermanto pada Senin, 13 Juli 2026.

Sebelumnya, laporan mengenai dugaan ancaman bom diterima oleh kepolisian sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sedang berlangsung. Petugas segera bergerak cepat untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.

Tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana dan Densus 88 Antiteror dikerahkan ke lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh di berbagai sudut bangunan sekolah untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan. Personel dari Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga turut disiagakan di sekitar lokasi untuk mendukung upaya pengamanan.