Indonet Akan Tinggalkan Bursa Efek

by -5 Views
Indonet Akan Tinggalkan Bursa Efek

KabarDermayu.com – PT Indointernet Tbk (Indonet/EDGE), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur digital, telah mengumumkan rencana untuk menghapus pencatatan sahamnya secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini diambil mengingat saham Indonet yang tercatat di BEI memiliki frekuensi perdagangan yang tidak aktif. Keputusan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kelincahan operasional dan mempercepat proses eksekusi, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor infrastruktur digital.

Dengan integrasi yang lebih erat bersama Digital Edge Group, Indonet berharap dapat mempermudah proses pengambilan keputusan serta optimalisasi alokasi modal. Upaya delisting ini merupakan bagian dari penyelarasan strategis yang lebih mendalam untuk mendukung rencana investasi jangka panjang perusahaan di ekosistem digital Indonesia.

Kepala Eksekutif Indonet, Donauly Situmorang, menegaskan bahwa perusahaan akan tetap memfokuskan diri pada pengembangan jaringan berkapasitas tinggi dan infrastruktur data center. Selain itu, Indonet juga menargetkan pertumbuhan yang signifikan dari peningkatan kebutuhan hyperscale dan beban kerja yang berbasis kecerdasan buatan (AI).

Bersamaan dengan rencana delisting, Indonet juga mengumumkan adanya perubahan dalam jajaran kepemimpinannya. Donauly Situmorang kini resmi menjabat sebagai chief executive officer (CEO) baru. Posisi ini diemban setelah sebelumnya ia memegang peran sebagai chief financial officer (CFO) sejak tahun 2021.

Baca juga di sini: Telkomsel Libatkan Karyawan Jaga Data, Raih Penghargaan Asia Pasifik

Sementara itu, Andrew Rigoli, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO, akan mengalihkan perannya ke dewan komisaris. Dalam kapasitas barunya, ia akan tetap berkontribusi dalam memberikan arahan strategis bagi perusahaan.

Manajemen Indonet menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi Andrew Rigoli selama memimpin perusahaan. Jajaran direksi lainnya juga akan terus melanjutkan peran mereka guna memastikan kelangsungan operasional perusahaan berjalan lancar.

Donauly Situmorang menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang sangat baik bagi Indonet. Perusahaan berhasil menerjemahkan pertumbuhan kebutuhan digital menjadi kinerja yang nyata, baik dalam bisnis jaringan maupun data center. Pencapaian ini, menurutnya, mencerminkan kekuatan platform yang dimiliki Indonet serta kepercayaan dari para pelanggan terhadap perusahaan sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang.

Sebelumnya, Indonet telah membukukan kinerja finansial yang solid sepanjang tahun 2025. Pendapatan bersih perusahaan dilaporkan mencapai Rp842,1 miliar. Angka ini didorong oleh permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur digital berkualitas tinggi di pasar.

Lebih lanjut, Indonet mencatat adanya pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen pada segmen bisnis jaringannya. Sementara itu, segmen data center menunjukkan peningkatan yang lebih impresif, yaitu sebesar 48 persen. Pertumbuhan ini merefleksikan momentum yang kuat dari permintaan yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk enterprise, hyperscaler, serta kebutuhan yang berbasis pada layanan cloud.