Bank Indonesia Diharapkan Optimalkan Perannya untuk Stabilitas Rupiah

oleh -4 Dilihat
Bank Indonesia Diharapkan Optimalkan Perannya untuk Stabilitas Rupiah

KabarDermayu.com – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.

BADKO HMI Jawa Timur mendesak adanya penanganan yang lebih komprehensif agar dampak negatif terhadap perekonomian nasional dapat diminimalisir.

Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus, memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Ia menilai pemerintah telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal dan sektor riil di masyarakat.

Melihat upaya pemerintah tersebut, Yusfan Firdaus berharap Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter dapat lebih mengoptimalkan perannya. Fokus utama yang diharapkan adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami bahwa persoalan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan ranah yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” ujar Yusfan dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.

Yusfan memahami bahwa gejolak ekonomi global turut memberikan tekanan pada mata uang berbagai negara. Namun, ia menekankan pentingnya BI untuk merumuskan kebijakan pelindung yang lebih kuat.

Tujuannya agar faktor eksternal tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap perekonomian domestik.

Mengenai independensi yang dimiliki oleh Bank Indonesia, BADKO HMI Jatim berpandangan bahwa hal tersebut harus diimbangi dengan evaluasi berkala. Selain itu, transparansi kebijakan yang berorientasi penuh pada penguatan ekonomi nasional juga sangat krusial.

“Selama ini Bank Indonesia selalu berlindung di balik status independensinya. Pertanyaannya, independensi yang seperti apa? Independensi tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa evaluasi dan tanpa pertanggungjawaban kepada rakyat,” tutur dia.

Yusfan lebih lanjut mengingatkan betapa pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi. Kedaulatan ini harus dilindungi dari berbagai tekanan eksternal maupun spekulasi pasar global.

Ia berharap seluruh jajaran pemangku kebijakan moneter senantiasa mengedepankan semangat nasionalisme. Keberpihakan pada ketahanan ekonomi dalam negeri juga menjadi prioritas utama.

“Sebagai masyarakat yang mencintai NKRI, kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan ekonomi. Kepentingan nasional harus selalu ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya,” tegasnya.

Sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan tindak lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana untuk menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur.

Forum akademik dan gerakan ini akan membahas kondisi ekonomi nasional. Tujuannya adalah untuk merumuskan langkah-langkah advokasi terhadap kebijakan moneter yang dinilai perlu dievaluasi.

Hasil dari forum ini akan menjadi dasar untuk melakukan kritik, bahkan dalam bentuk aksi demonstrasi jika diperlukan.

“Kami akan menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Bank Indonesia serta meminta pertanggungjawaban yang jelas atas upaya menjaga stabilitas nilai rupiah. Ini adalah bagian dari ikhtiar mahasiswa dalam mengawal kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi Indonesia,” pungkas Yusfan.