KabarDermayu.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melayangkan kritik pedas kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tepat di momen perayaan Idul Adha. Pernyataan keras ini dilontarkan Erdogan setelah menunaikan salat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam keterangannya kepada awak media, Erdogan secara tegas menyebut Netanyahu sebagai sosok yang tiran. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa umat Muslim di seluruh dunia akan memberikan respons terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Netanyahu.
Baca juga: Mie Srodot Indramayu: Pedas Legendaris Bikin Nagih
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Turki saat berada di Masjid Camlica, Istanbul. Menurut pandangan Erdogan, konflik yang terus berkecamuk di Gaza telah merenggut kebahagiaan dan rasa persatuan yang seharusnya dirasakan umat Muslim pada Hari Raya Idul Adha. Suasana Idul Adha kali ini terasa lebih dipenuhi kesedihan dan keprihatinan.
“Kami merasakan penderitaan Palestina, kami merasakan penderitaan Gaza. Apa yang terjadi di Palestina dan Gaza menjadi bahan renungan dan sumber keprihatinan mendalam bagi kami di hari raya ini. Kepada seluruh saudara-saudari kami yang menyambut hari raya ini dengan kesedihan, penderitaan, dan duka yang mendalam di berbagai penjuru dunia Islam, terutama mereka yang berada di Gaza, saya menyampaikan pesan solidaritas terkuat atas nama pribadi dan bangsa saya. Saya juga mengucapkan Selamat Idul Adha kepada mereka satu per satu,” ujar Erdogan, seperti dikutip dari laman Wion, Kamis, 28 Mei 2026.
Presiden Turki itu lebih lanjut menekankan bahwa Idul Adha adalah hari raya penuh kepasrahan dan pengabdian. Ia juga menyoroti pentingnya semangat solidaritas dan kebersamaan di antara umat Muslim, khususnya bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Dalam sebuah pesan Idul Adha yang terpisah, yang diunggah melalui platform X, Erdogan juga menyampaikan ucapan selamatnya kepada warga Gaza dan masyarakat di wilayah yang ia sebut sebagai “geografi hati Turki”. Ia mengakui bahwa banyak orang harus menjalani hari raya ini dalam suasana duka dan penderitaan yang mendalam.
Turki sendiri telah menjadi salah satu negara yang paling vokal dalam menyuarakan kritik terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Israel di Gaza. Presiden Erdogan secara berulang kali telah menyerukan adanya gencatan senjata, perluasan akses bantuan kemanusiaan, serta desakan agar komunitas internasional memberikan tekanan yang lebih besar terhadap Israel.
Sebelumnya, Benjamin Netanyahu juga pernah melontarkan penolakan terhadap otoritas moral Erdogan, bahkan menyebutnya sebagai seorang diktator dan tiran. Pesan Idul Adha terbaru dari Erdogan ini kembali menegaskan sikap tegas Ankara terhadap Israel. Perlu diingat, Turki sebelumnya juga telah mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan dagang dengan Israel, serta mendesak komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi diplomatik, militer, dan ekonomi terhadap negara tersebut.





