Korban Penipuan Travel Umrah Hanania Ungkap Kekecewaan Mendalam

oleh -4 Dilihat
Korban Penipuan Travel Umrah Hanania Ungkap Kekecewaan Mendalam

KabarDermayu.com – Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan penipuan serta penggelapan dana perjalanan umrah.

Kasus ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi banyak calon jemaah yang batal berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah.

Salah satu korban, Rosiani, harus menelan kerugian materi hingga ratusan juta rupiah.

Bagi Rosiani, mendapatkan uang sebanyak itu untuk mewujudkan impian umrah bersama keluarga bukanlah hal yang mudah.

Dengan suara bergetar dan menahan tangis, Rosiani mengungkapkan kekecewaannya terhadap Hanania Group yang telah mengkhianati kepercayaannya.

“Saya dan suami mengumpulkan uang ini tidak mudah. Saat saya percaya Hanania bisa memberangkatkan saya dan suami, ternyata malah ditipu seperti ini,” ungkap Rosiani dalam program Kabar Petang tvOne.

“Seharusnya kami berangkat tanggal 16 Juni, namun pada tanggal 27 Mei, kami menerima kabar broadcast dari Ahmad Syah Farhan (ASF) selaku owner Hanania, bahwa mereka tidak bisa memberangkatkan kami selaku jemaah tanpa alasan yang jelas,” lanjutnya.

Baca juga: Bojan Hodak Latih Klub Malaysia: Keputusan Mengejutkan John Herdman

Kasus ini sangat memukul Rosiani karena seharusnya ia berangkat umrah untuk pertama kalinya bersama suami, kedua orang tuanya, serta janin yang sedang dikandungnya.

“Empat jemaah itu saya, suami, orang tua saya, dan mungkin calon bayi saya. Kebetulan saat ini saya sedang mengandung. Jadi, tadinya ini akan menjadi kebahagiaan bagi saya bisa umrah dalam keadaan hamil,” terangnya.

Namun, bukan tanpa alasan Rosiani memilih Hanania untuk memberangkatkannya ke Tanah Suci.

Biro perjalanan umrah ini dikenal telah memberangkatkan sejumlah artis besar di Indonesia dan bahkan pernah meraih rekor MURI untuk kategori jemaah umrah terbanyak.

“Kenapa saya begitu percaya dengan Hanania? Mereka menggunakan banyak artis untuk promosi. Kenapa saya begitu yakin? Karena mereka sudah mencetak rekor MURI untuk jemaah terbanyak. Itu membuat saya sangat yakin,” jelasnya.

Alasan dan Kompensasi yang Tidak Masuk Akal

Sejumlah korban mendatangi kantor biro perjalanan tersebut untuk menuntut kepastian terkait pembatalan keberangkatan umrah secara sepihak.

Namun, Dirut Hanania, Ahmad Syah Farhan, hanya beralasan bahwa kondisi keuangan biro perjalanan tersebut sedang tidak baik.

Ironisnya, dana yang telah disetorkan oleh para calon jemaah ternyata dialihkan untuk menyuntikkan modal ke perusahaan lain yang juga sedang mengalami kesulitan finansial.

“Dia hanya beralasan bahwa uangnya digunakan untuk permasalahan internal mereka, tetapi tidak dijelaskan secara spesifik,” ujar Rosiani.

“Sementara itu, solusi-solusi yang ditawarkan kepada kami para jemaah juga tidak jelas dan tidak berdasar, tidak ada bukti pendukungnya,” tambahnya.

Pihak travel menawarkan kepada para korban opsi penjadwalan ulang (reschedule) dengan cara bergabung dengan biro perjalanan umrah lain, atau pengembalian dana.

Namun, sejak bulan April lalu, dana tersebut belum juga dikembalikan kepada para jemaah tanpa alasan yang jelas.

Kini, Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditahan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU), sebagaimana diatur dalam Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 486 dan Pasal 607 KUHP.