Mayor TNI AL Diduga Aniaya Polisi Hingga Tak Sadarkan Diri

oleh -8 Dilihat
Mayor TNI AL Diduga Aniaya Polisi Hingga Tak Sadarkan Diri

KabarDermayu.com – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berpangkat Mayor dengan inisial MOT, berusia 40 tahun, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi hingga korban kehilangan kesadaran di tengah jalan.

Peristiwa nahas ini menimpa Kepala Unit Samapta Polsek Tegalsari, Inspektur Polisi Satu Agus Mujiono. Akibat luka serius yang dideritanya, Iptu Agus Mujiono terpaksa segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ajun Komisaris Polisi Hadi Ismanto, selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kota Besar Surabaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden pemukulan terhadap Iptu Agus Mujiono terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Korban mengalami pingsan dan kemudian dibawa ke RS William Booth, Surabaya.

Kronologi kejadian bermula ketika warga melaporkan adanya keributan di sebuah tempat hiburan bernama Hensman Coffee and Spirit di Jalan Dr Wahidin, Surabaya. Laporan yang masuk ke Call Center 110 menyebutkan adanya seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI dan membawa senjata tajam jenis parang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tegalsari Ajun Komisaris Polisi Pandhu Bimantara bersama Iptu Agus Mujiono segera bergerak ke lokasi. Mereka berkoordinasi dengan personel Garnisun Tetap (Gartap) III/Surabaya. Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan sebilah parang.

Baca juga: Limbah Sawit Gantikan LPG: BRIN & PalmCo Kembangkan Bio-CBG

Namun, pria yang diduga menjadi sumber keributan tersebut dilaporkan telah masuk ke dalam mobil Toyota Innova Reborn bernomor polisi W 1068 EH dan segera meninggalkan lokasi. Petugas gabungan kemudian melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut.

Kendaraan pelaku akhirnya berhasil dihentikan di kawasan Jalan MH Thamrin sekitar pukul 02.10 WIB. Situasi mendadak menjadi tegang ketika petugas meminta pelaku untuk menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) miliknya.

Diduga tersulut emosi, Mayor MOT langsung mengamuk ke arah aparat yang berada di lokasi. Iptu Agus Mujiono, yang berada paling dekat dengan pelaku, berusaha menghindar. Namun, naas, ia terpeleset dan kepalanya menghantam aspal.

Belum sempat bangkit dari jatuhnya, korban diduga kembali dipukul di bagian kepala oleh pelaku. Akibat pukulan tersebut, Iptu Agus Mujiono akhirnya tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Tidak hanya anggota polisi, seorang warga sipil juga diduga menjadi sasaran amukan pelaku. Kepala Bagian Penerangan AAL (Akademi Angkatan Laut), Letkol Laut (KH) Arief Kurnianto, membenarkan bahwa Mayor MOT adalah anggota TNI Angkatan Laut.

Namun, pihak AAL membantah adanya aksi pembacokan dalam insiden tersebut. Menurut Letkol Arief Kurnianto, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Mayor MOT berupa pemukulan menggunakan tangan kosong.

“Tidak ada yang dibacok,” tegas Letkol Arief Kurnianto.

Saat ini, Mayor MOT telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan internal di Provos TNI AL. Pihak Angkatan Laut juga telah berupaya menemui korban dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Meskipun telah ada upaya perdamaian, proses hukum terhadap Mayor MOT dipastikan akan tetap berjalan. Yang bersangkutan kini telah ditahan untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Sudah diperiksa di Provos kita. Kita mengucapkan mohon maaf, beliaunya sudah mengaku. Intinya Pimpinan Angkatan Laut memohon maaf untuk kejadian ini. Tapi dari pihak kami angkatan laut, AL, sudah mendatangi korban dan diterima dengan baik. Pelakunya juga kami ajak dan telah meminta maaf,” ujar Letkol Arief Kurnianto.