Mojtaba Khamenei: Tak Ada Lagi Tempat Aman di Timur Tengah untuk AS

oleh -4 Dilihat
Mojtaba Khamenei: Tak Ada Lagi Tempat Aman di Timur Tengah untuk AS

KabarDermayu.com – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan ancaman tegas kepada Amerika Serikat, menyatakan bahwa kawasan Timur Tengah tidak akan lagi menjadi tempat yang aman bagi militer AS.

Pernyataan ini disampaikan melalui pesan tertulis yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada Selasa waktu setempat. Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa negara-negara di Timur Tengah tidak akan lagi berfungsi sebagai ‘tameng’ bagi pangkalan militer Amerika Serikat.

“Yang pasti dalam hal ini adalah roda waktu tidak akan berputar mundur, dan bangsa-bangsa serta wilayah di kawasan ini tidak akan lagi menjadi pelindung bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” ujar Khamenei dalam pesannya, seperti dikutip dari laman CNA News pada Rabu, 27 Mei 2026.

Lebih lanjut, pemimpin tertinggi Iran itu menilai bahwa Amerika Serikat semakin kehilangan pijakan di kawasan Timur Tengah. Ia berpendapat bahwa AS tidak lagi memiliki tempat aman untuk melakukan agresi maupun membangun pangkalan militer, sementara posisinya terus melemah seiring berjalannya waktu.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya intensif Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu dan meluas ke berbagai wilayah di kawasan tersebut.

Sebuah gencatan senjata yang rapuh telah diberlakukan sejak 8 April, namun ketegangan tetap terasa.

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan bahwa Teheran dan Washington telah mencapai beberapa poin kesepahaman dalam pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang. Meskipun demikian, Iran menekankan bahwa kesepakatan final belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengklaim pada Selasa bahwa mereka berhasil menembak jatuh sebuah drone Amerika Serikat. Selain itu, mereka juga melaporkan telah melepaskan tembakan ke beberapa pesawat lain yang mencoba memasuki wilayah udara Iran, meskipun tidak merinci kapan insiden tersebut terjadi.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi juga memberikan peringatan keras terkait segala bentuk pelanggaran gencatan senjata oleh militer AS. Mereka menegaskan bahwa Iran menganggap hak untuk melakukan serangan balasan sebagai sesuatu yang sah dan pasti akan dilakukan apabila diperlukan.

Satu hari sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa pasukan mereka telah menyerang lokasi rudal di Iran selatan serta kapal-kapal yang diduga berupaya memasang ranjau, meskipun gencatan senjata masih berlaku.

Baca juga: DPLK IFG Life: Aset Naik 347%, Raih Apresiasi

Iran sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai serangan yang disebutkan oleh AS tersebut. Namun, media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas yang terletak di bagian selatan negara itu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai sumber ledakan tersebut.