Nanik S Deyang Pimpin BGN, Bagaimana Nasib MBG?

oleh -7 Dilihat
Nanik S Deyang Pimpin BGN, Bagaimana Nasib MBG?

KabarDermayu.com – Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi dilakukan, menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bersamaan dengan penunjukan Nanik S Deyang, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono juga ditetapkan sebagai Wakil Kepala BGN. Mereka akan menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Perubahan kepemimpinan ini sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan publik, terutama mengenai kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini sendiri merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo.

Namun, pemerintah memberikan jaminan bahwa pergantian pejabat di tubuh BGN tidak akan menghambat pelaksanaan program MBG. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa jajaran pimpinan baru BGN memiliki tugas penting yang harus segera dijalankan. Salah satu fokus utamanya adalah melakukan konsolidasi internal untuk memastikan organisasi berjalan optimal selama masa transisi.

Selain pembenahan internal, Nanik S Deyang beserta kedua wakilnya juga dituntut untuk memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah agar pelaksanaan program-program strategis dapat berjalan lebih efektif.

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Program MBG Tetap Berjalan

Pemerintah kembali menegaskan bahwa pergantian pimpinan BGN sama sekali bukan merupakan sinyal perubahan arah kebijakan terkait program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan dapat mempercepat implementasi program ini.

Baca juga: PLN Pangkas 44 Jadi 23 Entitas Usaha: BP BUMN Lakukan Restrukturisasi

Menurut Prasetyo, BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi. Selain itu, penguatan tata kelola kelembagaan dan memastikan program prioritas berjalan efektif juga menjadi fokus utama.

“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” imbuhnya.

Pemerintah juga meminta seluruh unit kerja di lingkungan BGN untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Hal ini penting dilakukan selama proses transisi kepemimpinan berlangsung agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” tegas Prasetyo.

MBG Jadi Instrumen Pembangunan SDM dan Ekonomi

Lebih lanjut, pemerintah memandang program Makan Bergizi Gratis memiliki peran yang lebih luas dari sekadar peningkatan kualitas gizi masyarakat. Program ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, pergantian pimpinan BGN diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG. Pemerintah optimis program ini dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.

“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita, dan sekaligus sebagai pengejawantahan manifesto keberpihakan. Dan tentu kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional,” harap Prasetyo.

Dengan berbagai target yang dibebankan kepada Nanik S Deyang dan jajaran pimpinan baru BGN, nasib program MBG dipastikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan pelaksanaan program ini semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.