KabarDermayu.com – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, akan mengemban tugas baru sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pelantikan yang dijadwalkan pada Senin sore, 8 Juni 2026, di Istana Negara, Jakarta, ini kembali menyoroti sosok Said Iqbal dan aset kekayaannya.
Berbeda dengan pejabat negara yang wajib melaporkan kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Said Iqbal belum pernah dipublikasikan secara resmi karena ia tidak menjabat sebagai penyelenggara negara.
Meskipun demikian, tokoh buruh yang telah lama berkecimpung dalam gerakan pekerja ini pernah memberikan penjelasan terbuka mengenai sumber kekayaan, rumah mewah, dan kendaraan yang dimilikinya.
Tak Pernah Umumkan Total Kekayaan
Hingga kini, tidak ada data resmi yang memuat nilai total kekayaan Said Iqbal. Namun, ia pernah menegaskan bahwa seluruh aset pribadinya merupakan hasil dari kerja puluhan tahun di perusahaan multinasional, pesangon saat mengakhiri masa kerja, serta penghasilan dari posisinya sebagai pimpinan organisasi buruh.
Said Iqbal berulang kali membantah tudingan bahwa kekayaannya berasal dari dana iuran anggota serikat pekerja. Ia secara tegas menyatakan tidak pernah menggunakan dana iuran buruh untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, dana iuran anggota justru dialokasikan untuk pembangunan organisasi dan penyediaan fasilitas yang mendukung perjuangan kaum buruh.
Pengakuan Soal Rumah Mewah
Kepemilikan rumah mewah di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, sempat menjadi sorotan publik terhadap Said Iqbal.
Menanggapi hal tersebut, Said Iqbal menjelaskan bahwa rumah itu dibangun menggunakan dana pesangon yang diterimanya setelah menyelesaikan masa baktinya di perusahaan tempat ia bekerja.
Dalam sebuah wawancara pada Desember 2021, Said Iqbal mengungkapkan bahwa ia menerima pesangon dalam jumlah besar ketika mengundurkan diri dari perusahaan.
“Rumah mewah, saya mengundurkan diri itu. Dapat pesangon ya luar biasa lah. Miliaran lah, tidak perlu saya sebut,” ungkap Said Iqbal saat itu.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah bekerja selama kurang lebih 30 tahun di perusahaan multinasional sebelum akhirnya memfokuskan diri sepenuhnya pada aktivitas organisasi dan perjuangan kaum buruh.
Bicara Terbuka Soal Mobil yang Dimiliki
Selain rumah mewah, kendaraan yang sering digunakan oleh Said Iqbal juga pernah menjadi perbincangan publik.
Said Iqbal menjelaskan bahwa kendaraan yang sering terlihat bersamanya bukanlah kendaraan pribadi, melainkan kendaraan operasional organisasi.
Ia menyatakan bahwa mobil yang digunakan sehari-hari adalah mobil kantor milik Dewan Pimpinan Pusat organisasi yang ia pimpin.
Sementara itu, kendaraan pribadi yang dimilikinya disebut memiliki nilai yang relatif sederhana.
“Saya punya mobil harganya pasti di bawah Rp100 juta,” kata Said Iqbal.
Ia juga mengaku bahwa kendaraan yang dimilikinya diperoleh melalui skema kredit, bukan dibeli secara tunai.
Menurutnya, dengan penghasilan yang telah ia terima selama puluhan tahun bekerja, kepemilikan kendaraan dengan harga di bawah Rp100 juta bukanlah sesuatu yang berlebihan.
Bantah Gunakan Iuran Buruh untuk Kepentingan Pribadi
Salah satu isu yang kerap muncul terkait Said Iqbal adalah dugaan penggunaan dana iuran anggota serikat pekerja untuk memperkaya diri.
Tudingan tersebut telah secara tegas dibantah olehnya.
Said Iqbal menilai tuduhan itu tidak masuk akal, mengingat dirinya telah dipercaya memimpin organisasi buruh selama bertahun-tahun dan terpilih dalam beberapa periode kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa iuran anggota justru menjadi sumber kemandirian organisasi pekerja.
Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk memperkuat gerakan buruh, termasuk dalam pembangunan aset organisasi.
Dalam penjelasannya, Said menyebut Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memiliki gedung tiga lantai yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar.
Selain itu, organisasi juga memiliki pusat pelatihan atau training center yang disebut bernilai hampir Rp10 miliar, serta kantor-kantor serikat pekerja di berbagai daerah.
Seluruh aset tersebut, kata dia, dibangun dari dana iuran anggota yang dikelola organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi para pengurus.
Dikenal Konsisten Perjuangkan Buruh
Selama lebih dari tiga dekade, Said Iqbal dikenal sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia.
Ia memulai karier sebagai aktivis serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi pada tahun 1992.
Setelah itu, ia mendirikan dan memimpin Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menjadi Presiden KSPI, hingga akhirnya dipercaya memimpin Partai Buruh sejak tahun 2021.
Dalam berbagai kesempatan, Said Iqbal juga konsisten menyuarakan pemerataan kesejahteraan, perlindungan pekerja, peningkatan upah, hingga penguatan sistem jaminan sosial nasional.
Kini, dengan jabatan baru sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kiprahnya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga pada rekam jejak dan sumber kekayaan yang selama ini kerap menjadi bahan perbincangan di ruang publik.





