Trump: Iran Sepakat Tinggalkan Senjata Nuklir

oleh -5 Dilihat
Trump: Iran Sepakat Tinggalkan Senjata Nuklir

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengklaim bahwa Iran telah menyetujui kesepakatan untuk melucuti senjata nuklirnya. Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Trump menegaskan bahwa Iran tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir, dan Iran telah menyepakati posisi tersebut. Pernyataan ini diungkapkan Trump saat bertemu dengan para wartawan di Gedung Putih pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut laporan media Amerika Serikat, termasuk Axios, kedua negara sedang mendiskusikan penandatanganan nota kesepahaman (MOU). Dokumen yang terdiri dari 14 poin ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang terjadi.

Poin-poin penting dalam MOU tersebut meliputi penangguhan sementara pengayaan nuklir oleh Iran. Selain itu, juga dibahas mengenai pencabutan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran.

Rencana pencabutan bertahap blokade Iran terhadap Selat Hormuz dan balasan blokade dari Amerika Serikat juga menjadi bagian dari negosiasi ini. Trump berharap kesepakatan ini dapat segera terwujud.

Dalam sebuah wawancara dengan PBS yang dirilis pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan mencakup ekspor persediaan uranium yang diperkaya tinggi dari Iran ke Amerika Serikat. Hal ini juga akan mencakup penangguhan operasi di fasilitas nuklir bawah tanah Iran.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan ekspor cadangan uranium Iran ke Amerika Serikat, Trump menjawab dengan tegas. Ia menyatakan bahwa hal tersebut mungkin saja terjadi dan uranium tersebut akan dikirim ke Amerika Serikat.

Trump mengaku telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dalam 24 jam terakhir. Ia juga menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat tercapai. Trump menekankan pentingnya mencapai tujuan yang diinginkan dalam negosiasi ini.

Jika kesepakatan tidak tercapai, Trump mengisyaratkan adanya langkah lebih lanjut yang mungkin diambil. Ia menyebutkan kemungkinan tercapainya kesepakatan sebelum kunjungannya ke China yang dijadwalkan pada 14 hingga 15 Mei 2026.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Iran mengenai perkembangan negosiasi ini. Trump kembali mengklaim bahwa Iran sangat berkeinginan untuk mencapai kesepakatan. Ia menambahkan bahwa para pemimpin Iran telah meninggal, yang menurutnya menjadi keuntungan bagi Amerika Serikat.

Terkait dengan negosiasi tatap muka dengan Iran, Trump menyebutkan bahwa utusan Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu tertuanya, Jared Kushner, yang terlibat dalam negosiasi, kemungkinan besar tidak akan segera menuju Pakistan sebagai mediator.

Trump menambahkan bahwa negosiasi dapat dilakukan di Amerika Serikat. Ia juga tidak menutup kemungkinan upacara penandatanganan akhir akan dilangsungkan di lokasi lain. Perkembangan ini menarik perhatian dunia internasional.

Sehari sebelumnya, Trump telah mengumumkan di media sosialnya, Truth Social, bahwa negosiasi dengan Iran telah mencapai kemajuan yang signifikan. Ia juga mengumumkan penangguhan sementara Project Freedom, sebuah inisiatif yang membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

CNN melaporkan bahwa penangguhan sementara yang dilakukan Trump didasari oleh pesan dari Pakistan yang mengindikasikan adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Hal ini menjadi sinyal positif bagi upaya perdamaian.

Namun, pertanyaan krusial tetap ada mengenai apakah Iran benar-benar akan menanggapi desakan Trump. Perlu diingat bahwa Iran dalam beberapa kesempatan telah dengan tegas menolak untuk memindahkan uranium yang diperkaya tinggi keluar dari negaranya.

Iran juga menolak untuk menghentikan operasional fasilitas nuklir bawah tanahnya. Konsesi semacam itu merupakan langkah yang sangat signifikan dan akan sulit dilakukan oleh Iran tanpa adanya insentif yang substansial dari pihak Amerika Serikat.

Baca juga: Ammar Zoni Hadapi Tantangan di Lapas Nusakambangan yang Terungkap

Proses negosiasi ini menjadi sorotan utama karena menyangkut isu keamanan global terkait program nuklir Iran. Dunia menantikan langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.