KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat upaya penguatan layanan kesehatan dasar di seluruh penjuru Indonesia.
Hal ini merupakan bagian dari strategi membangun kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
Fokus utama program ini adalah renovasi ribuan fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu puskesmas.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa dana sebesar Rp10,27 triliun, yang berhasil diselamatkan dari denda administrasi dan penertiban keuangan negara, akan dialokasikan untuk perbaikan sekitar 5.000 puskesmas.
Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
Menurut estimasi Presiden Prabowo, biaya renovasi satu puskesmas diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Baca juga: Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS: Efek ke Kantong Anda
Dengan demikian, total kebutuhan untuk merenovasi 10.000 puskesmas adalah sekitar Rp20 triliun.
“Saya bilang kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10 ribu? Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar. Jadi, kita butuh kurang lebih Rp20 triliun,” ujar Prabowo, dikutip pada Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa dengan dana yang tersedia saat ini, setidaknya 5.000 puskesmas dapat direnovasi senilai Rp10 triliun.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan potensi tambahan penerimaan negara yang signifikan pada bulan berikutnya.
Sekitar Rp10 triliun diproyeksikan berasal dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), dan Rp39 triliun dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Jika tambahan penerimaan ini terealisasi, pemerintah optimis dapat mempercepat renovasi seluruh puskesmas di Indonesia.
“Kalau bulan depan benar yang masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun, berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki, sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki,” jelasnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa sumber pendanaan untuk proyek perbaikan ini berasal dari uang rakyat yang berhasil diselamatkan.
Dana tersebut sebelumnya berpotensi hilang akibat praktik korupsi dan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kita perbaiki dengan uang yang kalau tidak kita selamatkan dan uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut,” tegasnya.
Percepatan renovasi puskesmas ini merupakan langkah fundamental untuk memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan responsif di berbagai wilayah.
Dengan fasilitas dasar yang memadai, upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan preventif yang lebih baik.
Namun, juga memberikan dampak strategis terhadap produktivitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan nasional, serta pencapaian kemandirian bangsa secara keseluruhan.





