DPR: Bantuan Kurban Presiden dari APBN Sudah Biasa Dilakukan Presiden Sebelumnya

oleh -6 Dilihat
DPR: Bantuan Kurban Presiden dari APBN Sudah Biasa Dilakukan Presiden Sebelumnya

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa program bantuan hewan kurban yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukanlah hal yang baru.

Menurutnya, tidak ada yang keliru dengan praktik tersebut. Penggunaan dana negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh seorang kepala negara.

“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” ujar Sugiat di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa program bantuan kurban dari Presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya. Praktik ini tidak hanya terjadi di era Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Dengan adanya bantuan hewan kurban ini, Sugiat meyakini bahwa ribuan masyarakat akan terbantu dalam merayakan momen Idul Adha.

Sugiat juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan oleh Kepala Negara RI kepada masyarakat tidak terbatas pada hewan kurban saja.

Selama ini, anggaran bantuan Presiden juga dialokasikan untuk mendukung berbagai sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” tegas Sugiat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh sapi tersebut berasal dari peternak lokal dan merupakan sapi premium dengan bobot berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, merinci bahwa jenis sapi kurban yang disalurkan Presiden antara lain Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.

Baca juga: 10 Profesi Baru Dicari: AI & Robot Canggih Buka Peluang Kerja

Ia menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban tersebut bersumber dari APBN, tepatnya melalui anggaran bantuan presiden untuk kemasyarakatan. Nilai anggaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar. Harga sapi yang dibeli disesuaikan dengan bobot dan lokasi masing-masing daerah.