KabarDermayu.com – Suasana Idul Adha di Palembang berubah menjadi duka ketika seorang panitia kurban ditemukan tewas tenggelam. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026, di kawasan Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang.
Korban, yang diketahui bernama Julianto alias Juli, tengah bertugas membersihkan jeroan sapi kurban di anak Sungai Musi. Saat itu, ia bersama dua rekannya sedang mencuci babat dan isi perut hewan kurban di pinggir sungai.
Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Diduga, korban terpeleset saat hendak turun ke aliran sungai. Ia mengira kedalaman sungai di lokasi tersebut dangkal, namun ternyata cukup dalam.
Kondisi tersebut menyebabkan Julianto tenggelam. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera berupaya memberikan pertolongan. Laporan mengenai orang tenggelam pun segera diterima oleh petugas SPKT Polrestabes Palembang.
Petugas kepolisian bersama warga sekitar langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Pencarian terhadap korban dilakukan secara intensif di area sungai.
Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih satu setengah jam, korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi kejadian. Pihak kepolisian menyerahkannya kepada keluarga korban untuk proses pemakaman lebih lanjut.
Edi, salah seorang warga setempat, menceritakan kronologi kejadian. Ia menyebutkan bahwa korban dan kedua rekannya sedang mencuci jeroan sapi di tepi sungai.
“Dia (korban) lagi nyuci jeroan sapi, terus terpleset ke dalam sungai. Dia tidak bisa berenang,” ujar Edi.
Edi menambahkan bahwa korban hilang sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian ini sontak mengejutkan warga dan para panitia kurban lainnya.
Sementara itu, Ipda Aditya Ammar Syaputra, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, membenarkan adanya laporan orang tenggelam saat membersihkan jeroan hewan kurban.
“Kami menerima laporan adanya satu korban yang tenggelam saat mencuci jeroan hewan kurban di sungai. Korban datang bersama temannya,” jelas Ipda Aditya.
Ia melanjutkan bahwa korban pada saat turun ke sungai mengira lokasinya dangkal. Namun, ternyata kedalaman sungai di titik tersebut cukup dalam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian, terutama saat beraktivitas di dekat perairan yang memiliki kedalaman tidak terduga. Prosesi ibadah kurban yang seharusnya penuh suka cita, harus diwarnai dengan insiden tragis yang merenggut nyawa salah seorang panitia.
Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di area perairan, terutama di musim penghujan atau di tempat yang tidak dikenal.
Pembersihan jeroan hewan kurban memang sering dilakukan di dekat sumber air untuk memudahkan prosesnya. Namun, faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Keluarga korban dikabarkan sangat berduka atas kepergian Julianto. Acara penyembelihan hewan kurban yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan ibadah, harus berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh panitia.
Insiden ini juga menjadi sorotan bagi masyarakat Palembang, mengingatkan akan pentingnya prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan, sekecil apapun itu.
Pihak berwenang juga terus melakukan sosialisasi mengenai keselamatan di air, terutama bagi anak-anak dan warga yang kurang memiliki kemampuan berenang.
Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
Meskipun demikian, semangat berkurban dan berbagi kebahagiaan di hari Idul Adha tetap harus dijaga. Namun, keselamatan jiwa harus selalu menjadi pertimbangan utama.
Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan patroli di area-area rawan kecelakaan air, terutama saat momen-momen perayaan keagamaan.
Baca juga: Erdogan Berikan Komentar Tajam kepada Netanyahu Saat Idul Adha
Semoga almarhum Julianto mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.





