Jalan Lenteng Agung yang Ambles Kini Bisa Dilalui dengan Plat Besi

oleh -14 Dilihat
Jalan Lenteng Agung yang Ambles Kini Bisa Dilalui dengan Plat Besi

KabarDermayu.com – Arus lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, arah Depok, mulai dibuka kembali pada Jumat, 29 Mei 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah titik jalan yang amblas dipadatkan dan ditutup sementara menggunakan plat besi.

Sebelumnya, insiden jalan amblas ini menyebabkan kemacetan panjang hingga kawasan Tanjung Barat. Kendaraan hanya dapat melintas secara terbatas, menimbulkan antrean kendaraan yang cukup signifikan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Mujiyanto, menjelaskan bahwa pembukaan jalur bersifat sementara. Tujuannya adalah agar kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok tetap dapat bergerak sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA).

“Lalin sudah dibuka karena sudah dipadatkan kemudian dikasih pelat besi. Jadi yang dari Jakarta mengarah Depok sementara dibuka,” ujar Mujiyanto kepada wartawan pada Jumat, 29 Mei 2026.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan arus kendaraan dapat mengalir lancar. Hal ini penting agar masyarakat yang hendak pulang ke Depok tidak terjebak dalam kemacetan yang lebih parah.

“Yang penting bisa mengalir dulu supaya masyarakat bisa terakomodir yang mengarah pulang ke Depok,” tegasnya.

Meskipun sudah bisa dilintasi, kondisi jalan tersebut belum sepenuhnya normal. Pembukaan jalur ini sifatnya hanya sementara hingga perbaikan permanen selesai dikerjakan oleh Dinas SDA.

“Ya mudah-mudahan enggak ada yang jebol lagi. Kita tunggu dari SDA untuk dinormalkan kembali, baru kemudian jalur bisa dinormalkan penuh,” tambahnya.

Baca juga: Promo KKB BRI: Bawa Pulang Kendaraan Impian, Raih Keuntungan Spesial

Sementara itu, petugas SDA memastikan bahwa proses perbaikan permanen akan tetap berjalan tanpa harus menutup total akses kendaraan di lokasi jalan yang amblas.

Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat yang dimulai sejak sore hari telah membantu mengurai kepadatan arus kendaraan. “Sejak jam 15.30 penanganan sementara, alhamdulillah kemacetan sudah terurai. Ini hanya sementara,” ungkap Sartono.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan permanen akan dimulai pada malam hari. Rencananya, akan dilakukan pemasangan box culvert berukuran dua meter di bawah badan jalan yang mengalami amblas.

“Nanti malam akan dilakukan pemasangan box culvert ukuran 2 meter,” kata Sartono.

Meskipun pekerjaan konstruksi dimulai pada malam hari, petugas menjamin bahwa jalan tidak akan ditutup total. Sistem buka tutup jalur akan diterapkan agar kendaraan tetap dapat melintas.

“Nanti enggak ada penutupan, cuma jalurnya sebelah-sebelah. Satu jalur,” tuturnya.

Sartono merinci bahwa skema pengerjaan akan dilakukan secara bertahap. Satu sisi jalan akan diperbaiki terlebih dahulu, sementara sisi lainnya tetap digunakan oleh kendaraan dengan bantuan plat baja.

“Sebelah kita kerjakan, sebelah dipasang plat. Setelah selesai, plat dipindah ke sebelahnya,” jelas Sartono.

Pihak SDA menargetkan pemasangan box culvert dapat selesai dalam waktu dua hingga tiga hari. Target ini berlaku jika tidak ada kendala cuaca maupun utilitas bawah tanah lainnya.

“Mungkin 2 malam sampai 3 hari maksimalnya. Kalau enggak ada rintangan cuaca maupun utilitas,” ucapnya.

Setelah pemasangan selesai, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi diperkirakan akan kembali normal. Meskipun demikian, tahap akhir perapihan badan jalan kemungkinan masih membutuhkan waktu tambahan.

“Untuk kelancaran lalu lintas mungkin 2 sampai 3 hari. Insyaallah normal,” ujarnya.

Terkait penyebab jalan amblas, Sartono menduga kerusakan tersebut dipicu oleh kondisi gorong-gorong lama atau hong berukuran sekitar tiga meter yang sudah rapuh dimakan usia.

“Sepertiga bagian atasnya keropos, akhirnya jatuh. Artinya menimbulkan jalannya amblas,” kata Sartono.

Diketahui, peristiwa jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung ini terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026. Lubang besar yang terbentuk memiliki ukuran sekitar tiga meter lebar, tiga meter kedalaman, dan panjang mencapai 16 meter.