KabarDermayu.com – Selama menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat selama dua periode, Donald Trump tercatat pernah mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau bahkan benar-benar melancarkan serangan terhadap 15 negara.
Angka ini setara dengan sekitar satu dari setiap 13 negara di seluruh dunia, seperti dilaporkan oleh CNN.
Terbaru, Oman ditambahkan ke dalam daftar tersebut pada Rabu, 27 Mei. Trump memperingatkan bahwa Oman akan “diledakkan” oleh militer AS jika negara tersebut mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran.
“Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka,” tegas Trump dalam sebuah rapat kabinet di Gedung Putih.
Pernyataan Trump ini dilaporkan tidak disampaikan sebagai bagian dari pengumuman kebijakan resmi, melainkan lebih sebagai cerminan pola yang sering muncul dalam kebijakan luar negeri Trump. Penggunaan ancaman kekuatan militer menjadi ciri khas yang berulang.
Oman menjadi negara ke-15 yang pernah diancam akan diserang, kemungkinan diserang, atau benar-benar diserang oleh Trump selama masa kepresidenannya.
Sebagian besar kasus tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya, meskipun beberapa ancaman mencakup kedua periode kepemimpinannya.
Dalam masa jabatan saat ini, Trump dilaporkan telah melancarkan serangan di tujuh negara. Negara-negara tersebut adalah Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Beberapa negara ini juga pernah menjadi sasaran pada masa jabatan pertamanya.
Jumlah tersebut belum termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik. Serangan ini dilaporkan menargetkan hampir 60 kapal dan menyebabkan lebih dari 190 korban jiwa.
Selain itu, Trump juga pernah mengancam atau membuka kemungkinan serangan terhadap sejumlah negara lain pada masa jabatan keduanya. Negara-negara tersebut meliputi Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Denmark yaitu Greenland, Meksiko, Panama, dan Oman.
Pada masa jabatan pertamanya, yaitu antara tahun 2017 hingga 2021, Trump juga pernah melontarkan ancaman terhadap Meksiko dan Korea Utara.
Baca juga: BSN Salurkan 245+ Hewan Kurban Idul Adha: Tebar Keberkahan
Tindakan ancaman dan serangan ini memiliki karakter yang beragam. Beberapa di antaranya, seperti serangan di Irak, secara spesifik menargetkan kelompok teroris, bukan pemerintah negara terkait.
Sementara ancaman lain disampaikan secara tidak langsung, di mana Trump secara eksplisit tidak mengesampingkan opsi militer.
Data tersebut menunjukkan betapa seringnya Trump menggunakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer dalam pernyataannya.
Negara-negara yang pernah diancam atau diserang Trump mencakup sekitar satu dari setiap 11 penduduk dunia. Hal ini menyiratkan bahwa sebagian besar populasi global mungkin memiliki alasan untuk mempertimbangkan kemungkinan aksi militer AS di bawah kepemimpinan Trump.
Timur Tengah menjadi salah satu kawasan yang menjadi fokus utama. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut, yaitu Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa ancaman dan serangan Trump telah menyentuh empat dari enam benua yang berpenduduk di dunia. Benua-benua tersebut meliputi Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Trump juga secara teknis pernah mengancam negara Eropa, Denmark, melalui diskusi mengenai kemungkinan mengambil alih Greenland, yang merupakan wilayah Denmark di Amerika Utara.
Dalam beberapa kasus, komentar Trump dilaporkan melampaui sekadar ancaman militer, bahkan mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah.
Dari 15 negara yang pernah diancam atau diserang, lima di antaranya disebut Trump sebagai kemungkinan tambahan wilayah Amerika Serikat atau target kontrol AS. Negara-negara tersebut adalah Kanada, Kuba, Greenland, Panama (khususnya Terusan Panama), serta Venezuela.





