BNPB: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Manado, Ribuan Warga Mengungsi

oleh -8 Dilihat
BNPB: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Manado, Ribuan Warga Mengungsi

KabarDermayu.com – Banjir melanda kawasan permukiman penduduk di Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak Rabu, 27 Mei 2026. Peristiwa ini memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 747 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Bencana banjir ini dipicu oleh luapan saluran air yang tidak mampu menampung tingginya intensitas hujan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa total ada 314 kepala keluarga atau 968 jiwa terdampak langsung oleh banjir tersebut. Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa memilih untuk mengungsi.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa luapan air yang menggenangi kawasan hilir menyebabkan setidaknya 468 unit rumah warga terendam. Ketinggian air bervariasi di beberapa titik lokasi kejadian.

Wilayah terdampak banjir ini dilaporkan cukup luas, tersebar di lima kelurahan yang masuk dalam administrasi empat kecamatan di Kota Manado. Kelurahan yang terendam meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea.

Baca juga: BTN Kucurkan Rp1,5 T ke Pindad: Akselerasi Produksi Maung MV3 & Amunisi

Selain itu, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala juga terdampak. Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua turut tergenang air.

Dua kelurahan lainnya yang terdampak adalah Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung, yang keduanya berada di bawah administrasi Kecamatan Wenang.

Namun, hingga Jumat sore, kondisi genangan banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai menunjukkan penurunan. Masyarakat secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing.

Mereka berupaya melakukan pembersihan lingkungan dari sisa material lumpur yang ditinggalkan oleh banjir.

BNPB memastikan bahwa penanganan logistik dan tempat penampungan darurat bagi para pengungsi telah disediakan. Petugas gabungan di lapangan bekerja untuk menjamin kebutuhan dasar para warga yang terdampak bencana terpenuhi.