Sakit Hati dan Motif Kuasai Harta, Eks Istri Bunuh WN Korsel

oleh -9 Dilihat
Sakit Hati dan Motif Kuasai Harta, Eks Istri Bunuh WN Korsel

KabarDermayu.com – Aparat kepolisian berhasil mengungkap motif di balik kasus pembunuhan berencana terhadap seorang warga negara asing asal Korea Selatan (Korsel) bernama Byong Chan Sang (66). Korban, yang berprofesi sebagai pengusaha furnitur, ditemukan tewas di kediamannya di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menjelaskan bahwa penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Kedua tersangka tersebut adalah SJ, yang merupakan mantan istri korban, dan HW, yang berperan sebagai eksekutor.

Menurut Sumarni, hasil pemeriksaan terhadap SJ menunjukkan bahwa motif utamanya adalah rasa sakit hati, dendam, dan tekanan batin yang mendalam. Dugaan kekerasan yang dilakukan korban selama masa pernikahan, serta keinginan SJ untuk menguasai harta benda korban, juga menjadi faktor pendorong.

Baca juga: Gadai Sawah Ditukar Tanah Pertamina Balongan, Petani Lombang Rugi Rp 55 Juta

SJ mengaku bahwa setelah perceraian, korban tidak lagi memberikan nafkah kepada anak-anak mereka. Selain itu, masih terdapat permasalahan terkait pembagian harta warisan yang belum terselesaikan.

Atas dasar motif tersebut, SJ kemudian merancang sebuah rencana pembunuhan terhadap mantan suaminya. Ia melibatkan HW, seorang pria yang dikenalnya saat berolahraga di pusat kebugaran. Untuk melancarkan aksinya, SJ menjanjikan imbalan sebesar Rp139 juta kepada HW.

Polisi menegaskan bahwa pembunuhan ini bukanlah tindakan yang dilakukan secara spontan. Kedua tersangka telah beberapa kali bertemu untuk menyusun rencana pembunuhan secara matang. Mereka juga membahas secara rinci mengenai cara pelaksanaan pembunuhan hingga detail pembayaran upah bagi sang eksekutor.

“Pembunuhan ini diawali perencanaan matang. Ada beberapa kali pertemuan antara SJ dan HW untuk membahas rencana tersebut,” ujar Sumarni dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Selasa.

Sementara itu, tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut murni karena alasan ekonomi. Ia menyatakan bahwa kondisi keuangan keluarganya sedang terpuruk, sehingga tawaran bayaran yang menggiurkan tersebut membuatnya tergiur untuk melakukan pembunuhan.

“Motif HW murni faktor ekonomi. Yang bersangkutan membutuhkan uang dan akhirnya menerima tawaran untuk melakukan pembunuhan,” pungkas Sumarni.