Isi Surat Netanyahu untuk Kongres AS Terungkap

oleh -6 Dilihat
Isi Surat Netanyahu untuk Kongres AS Terungkap

KabarDermayu.com – Sebuah surat dari Benjamin Netanyahu yang membahas upaya restrukturisasi hubungan militer antara Amerika Serikat dan Israel telah menjadi sorotan. Dalam surat tersebut, Netanyahu secara eksplisit menyebut gagasan ini sebagai ‘rencananya’.

Surat ini mengindikasikan bahwa upaya Israel untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan militer AS bukanlah inisiatif dari Washington, melainkan sebuah rencana yang berasal dari Israel sendiri sebelum diajukan ke Kongres untuk menjadi rancangan kebijakan.

Menurut laporan Middle East Monitor pada Jumat, 5 Juni 2026, tujuan dari restrukturisasi ini bukan untuk mengurangi keterlibatan Amerika dalam urusan Israel. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk mengganti bantuan keuangan yang selama ini terlihat jelas dengan bentuk integrasi militer yang lebih mendalam dan kurang transparan.

Surat tertanggal 1 Juni 2026 itu ditujukan kepada Marlin Stutzman, seorang anggota Kongres dari Indiana yang dikenal memiliki dukungan kuat dari kelompok lobi pro-Israel. Publikasi surat ini bersamaan dengan pernyataan yang mengumumkan resolusi DPR AS yang diajukan oleh Stutzman pada 3 Juni.

Dalam suratnya, Netanyahu menyatakan apresiasinya atas dukungan Stutzman terhadap rencana penyusunan nota kesepahaman baru antara pemerintah Israel dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini akan mengatur pengurangan bertahap bantuan militer finansial AS kepada Israel selama sepuluh tahun ke depan.

Sebagai gantinya, kedua negara akan membangun kerangka kerja baru yang mencakup kerja sama pertahanan, pengembangan teknologi bersama, produksi bersama, serta investasi timbal balik di bidang pertahanan. Fokus kerja sama ini akan meliputi sistem pertahanan rudal canggih, kecerdasan buatan (AI), sistem tanpa awak, keamanan siber, hingga platform militer generasi berikutnya.

Netanyahu diketahui bertemu dengan Stutzman di Yerusalem pada 27 Mei 2026, sekitar seminggu sebelum resolusi tersebut diajukan. Kantor Stutzman mengonfirmasi bahwa rancangan tersebut diajukan setelah pertemuan tersebut dan setelah Netanyahu memberikan dukungan penuhnya terhadap legislasi tersebut.

Rangkaian peristiwa ini memunculkan dugaan bahwa kebijakan tersebut lebih merupakan gagasan Israel yang disalurkan melalui Kongres AS, bukan sekadar inisiatif Kongres yang kemudian didukung oleh Israel.

Meskipun sebagian pihak menyambut baik wacana penghentian bantuan AS sebagai tanda kemandirian Israel dan pengurangan beban finansial Amerika, terutama di tengah isolasi internasional dan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel, isi surat Netanyahu justru menyajikan gambaran yang berbeda.

Hal ini juga terlihat dalam rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS (National Defense Authorization Act/NDAA) 2027 yang sedang dibahas oleh Kongres. Rancangan undang-undang ini memuat ketentuan yang dikenal sebagai ‘United States-Israel Defense Technology Cooperation Initiative’ atau Pasal 224.

Aturan ini mewajibkan Menteri Pertahanan AS untuk menunjuk seorang pejabat senior khusus yang bertugas mengoordinasikan kerja sama teknologi pertahanan antara kedua negara. Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini akan semakin mempererat hubungan militer antara Amerika dan Israel, terutama dalam bidang riset, produksi senjata, dan pengembangan teknologi militer.

Pasal tersebut mencakup berbagai aspek kerja sama, mulai dari penelitian, pengembangan, pengujian, evaluasi, integrasi, hingga kolaborasi industri pertahanan. Kebijakan ini juga membuka peluang untuk pengembangan senjata bersama, produksi bersama, perjanjian lisensi, dan usaha patungan di sektor industri militer, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan, teknologi kuantum, sistem otonom, senjata energi terarah, keamanan siber, serta bioteknologi.

Beberapa analis berpendapat bahwa dampak utama dari restrukturisasi ini adalah pengalihan dukungan AS kepada Israel dari bantuan tahunan yang selama ini terlihat jelas—dan berpotensi diperdebatkan atau bahkan dikurangi oleh Kongres—menjadi bagian dari jaringan pengadaan Pentagon, program teknologi rahasia, dan kontrak industri pertahanan swasta yang lebih sulit diawasi oleh publik.

Dengan kata lain, dukungan terhadap Israel tidak lagi muncul sebagai pos anggaran yang mudah dikenali, melainkan melebur ke dalam industri pertahanan Amerika Serikat itu sendiri.

Langkah ini juga terjadi di tengah perubahan sentimen publik Amerika terhadap Israel. Dukungan masyarakat AS terhadap bantuan militer untuk Israel terus mengalami penurunan, terutama pasca-perang di Gaza dan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.