Gempa 7,7 SR Guncang Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut dan Malut

oleh -5 Dilihat
Gempa 7,7 SR Guncang Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut dan Malut

KabarDermayu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi adanya gelombang tsunami dengan ketinggian minor. Gelombang tersebut terdeteksi berkisar antara 9 hingga 18 centimeter di tiga lokasi setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin bahwa tiga wilayah pesisir yang telah mendeteksi gelombang tsunami ini adalah Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu titik pantau di wilayah Maluku Utara.

Meskipun ketinggian gelombang yang terdeteksi saat ini masih tergolong kecil, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta untuk mematuhi arahan evakuasi yang berlaku.

Berdasarkan estimasi pemodelan tsunami yang telah dikeluarkan sebelumnya, BMKG memproyeksikan potensi puncak ketinggian gelombang di beberapa wilayah pesisir dapat mencapai status Siaga hingga Awas.

Oleh karena itu, Nelly mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau pemutakhiran data gelombang laut secara berkala. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

BMKG bersama instansi terkait lainnya saat ini masih melakukan pemantauan ketat secara waktu nyata. Pemantauan ini meliputi data pasang surut (tide gauge) dan sensor pemantau tsunami lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan wilayah pesisir di utara dan timur Indonesia.

Peringatan dini tsunami ini diumumkan secara resmi oleh BMKG kurang dari 10 menit pascagempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo. Gempa tersebut mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, pukul 06.37 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer, sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang berada di sektor Mindanao, Filipina.