KabarDermayu.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan klarifikasi mengenai pertemuan antara Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Dasco, pertemuan tersebut murni bertujuan untuk memberikan masukan terkait upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. Ia menegaskan bahwa tidak ada agenda lain di luar topik ekonomi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Pertemuan tadi adalah pure (murni) memberikan masukan soal bagaimana kemudian menambah pertumbuhan ekonomi. Saya tadi sudah konfirmasi, tidak ada kemudian pembicaraan-pembicaraan lain,” jelas Dasco di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026.
Pernyataan Dasco ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan awak media yang mengaitkan kedatangan Chatib Basri ke Istana dengan isu mengenai pengunduran diri Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dasco melanjutkan, berdasarkan konfirmasi yang ia terima, baik Chatib Basri maupun Luhut Binsar Pandjaitan menghadap Presiden dalam kapasitas mereka sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Ia mengakui adanya isu-isu yang beredar dalam satu-dua hari terakhir, namun menegaskan bahwa sumber kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan. Dasco kembali mengulang konfirmasinya bahwa pertemuan tersebut murni untuk menerima masukan dari DEN, yang diketuai oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri sebagai salah satu anggotanya.
“Memang satu-dua hari ini, ada isu-isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan sumber kebenarannya, tapi tadi saya sudah konfirmasi bahwa pertemuan hari ini adalah murni menerima masukan dari DEN yang diketuai oleh Pak Luhut dan Pak Chatib Basri sebagai anggotanya,” ujar Dasco.
Lebih lanjut, Dasco menjelaskan bahwa masukan yang diberikan oleh DEN kepada Presiden Prabowo mencakup berbagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Masukan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu.
“Masukan-masukan yang positif ini menurut saya adalah masukan yang berharga bagi Presiden untuk pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri dilaporkan tiba bersamaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
Keduanya memilih untuk tidak banyak berkomentar saat ditanya oleh wartawan mengenai agenda pertemuan mereka dengan Presiden.
Meskipun demikian, Chatib Basri sendiri membenarkan bahwa kedatangannya ke Istana adalah untuk memenuhi panggilan dari Presiden.




